RAIH EMAS DI PIONIR, ANNAS: JANGAN SIA-SIAKAN MASA MUDA

Yogyakarta, cssmora.org –  Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset atau PIONIR VIII Tingkat Nasional telah dilaksanakan di UIN Raniry Banda Aceh pada 25 April sampai 1 Mei 2017. PIONIR kali ini diikuti oleh 2.250 Mahasiswa yang berasal dari 55 PTKI Negeri se-Indonesia; 11 UIN, 32 IAIN, dan 12 STAIN. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum CSSMoRA Nasional Annas Rolli Muchlisin terpilih sebagai delegasi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada cabang debat Bahasa Inggris. Annas mengatakan bahwa event ini merupakan kesempatan yang tidak mungkin disia-siakan.

“Alasannya adalah karena saya tidak mau menyia-nyiakan masa muda saya. Sayang sekali kalo kesempatan tersebut tidak diambil. Ini sesuai dengan salah satu motto hidup saya, hidup sekali hidup yang berarti”, tutur Mahasiswa PBSB lulusan PP. Rasyidiyah Khalidiyah tersebut.

Annas pun meraih emas setelah mengalahkan tim dari STAIN Curup, IAIN Kendari dan IAIN Cirebon. Sebelum berangkat ke Aceh, Annas melakukan latihan intensif bersama Rexi Ade Irawan sebagai partnernya. Bahkan mereka mendapat bimbingan langsung dari Ketua Jogja Debating Forum. Annas pun merasa senang karena dapat memberikan yang terbaik untuk kampusnya. Kemudian ia memberikan beberapa tips kepada segenap keluarga CSSMoRA agar dapat meraih prestasi

“Kenali potensi diri Anda. Lalu tingkatkan terus potensi tersebut. Sering-sering baca buku motivasi agar hidup selalu semangat. Sering-seringlah berinteraksi dengan orang-orang yang positif”, pungkasnya.

Ka Nisa Pionir

Selain Annas, Khairu Nisa juga meraih perak untuk cabang Musabaqah Makalah Al-Qur’an dalam ajang PIONIR tersebut. Menurutnya, event ini dapat menambah pengalaman, mencari link serta mengasah kemampuan diri.

“Sebenarnya alasan ikut itu, karena aku pengen ikut dalam ajang yang lebih bergengsi. Karena kan yang namanya PIONIR itu lombanya untuk seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang ada di Indonesia. Walaupun aku udah sering ikut kayak LKTI Nasional, tapi itu kan belum tentu diikuti oleh seluruh PTKIN yang ada”, ungkap Nisa yang merupakan mahasiswa PBSB angkatan 2014.

Pada cabang ini, peserta membuat makalahnya di tempat perlombaan. Maka Nisa memikirkan terlebih dahulu apa yang akan ditulis dan referensi yang perlu dibawa sebelum berangkat. Nisa mempersiapkan dengan membuat outline serta meminta koreksi kepada dosen pembimbing. Selanjutnya Nisa juga berpesan kepada keluarga CSSMoRa agar dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan kesempatan yang ada. Utamanya di tingkat awal, manfaatkan sebaik-baiknya, tergantung bidang apa yang mau digeluti. Dan jangan lupa minta doa orang tua. Menurutku apa aja kalau udah didoain orang itu kemungkinan berhasilnya lebih besar. Jangan mau sesuatu yang wow tapi males-malesan. Males berusaha males berjuang. Harus rela berkorban, rela ninggalin kegiatan yang ngga penting. Setiap sesuatu itu ada konsekuensinya. Jangan Cuma pengen pengen tapi Cuma wacana tanpa ada aksi”, tukasnya dalam wawancara via online. (ray)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *