Puisi: Riwayat Tega

Riwayat Tega

Oleh: Muhammad Naufal Waliyuddin

 

seonggok tikus

terkapar mampus

mungkin pembunuhnya sama

dengan kriminal yang aniaya

 

tega memenggal leher-leher puisi

yang tak indah

tetapi gagah

mengutuk kebiadaban

dan berdarah kejujuran

 

para sastrawan tak piawai

menyembunyikan borok negeri

apalagi aibnya sendiri

ketika puisi putus tepat di urat nadi

maka, kita semua mati.

 

QQ , 2017

Facebook Comments


« (Previous News)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *