Presiden: Al-Quran Kitab Kehidupan Untuk Manusia

Jakarta—Ptesiden RI Joko Widodo beserta Ibu dan Wakil Presiden Jusuf Kala beserta Ibu mengahdiri peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadlan 1436H/2015M di Istana Negara, Jum’at, malam (03/07).

Hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta Ibu, pimpinan Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Kerja, Duta Besar Negara sahabat dan para tamu.

Dalam sambutanya di malam Nuzul Quran, Presiden menyampaikan bahwa Al-Quran merupakan petunjuk yang diturunkan oleh Allah SWT ke dunia untuk umat manusia. “Al Quran adalah kitab kehidupan untuk seluruh manusia,” jelasnya.

Menurut Presiden, sebagai petunjuk, Al Quran mendatangkan revolusi yang berdasarkan kehidupan manusia. Al Quran juga mendatangkan revolusi batin mengenai nilai-nilai kemanusiaan, mengenai nilai-nilai toleransi, dan mengenai nilai-nilai keadilan.

“Al Quran pula mendatangkan revolusi sosial karena mengatur semua hubungan antar manusia secara terhormat dan bermartabat. Al Quran mendatangkan revolusi ekonomi karena mengharamkan segala tindakan yang merugikan seperti, ekspolitasi alam dan lingkungan yang berlebihan, serta menggariskan secara tegas kejujuran dalam kegiatan berbisnis,” terangnya.

Seluruh sisi kehidupan manusia telah dituntun oleh Al Quran. Dikatakan Presiden, revolusi keseluruhannya mendorong kita untuk berjiwa tegak, yang artinya mempunyai harga diri, mau bekerja keras sehingga menjadikan kita bermartabat di mata dunia. “Oleh karena itu, pemerintah akan bekerja keras menjalankan program-program pembangunannya, sehingga seluruh rakyat bisa tercukupi sandang dan pangannya, karena sesungguhnya negeri kita yang besar ini harus bisa sejajar dengan negara maju lainnya,” ucapnya.

Sebagai bangsa yang besar selain berjiwa tegak dan bekerja keras, tambah Presiden, kita juga mesti menegakan prinsip persaudaraan kita, baik persaudaraan sesama manusia (Ukhuwah Insaniyyaa), persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyyah), persaudaraan sebagai sesama pemeluk agama (ukhuwan diniyyah), dan persaudaraan sesama muslimin (ukhuwah islamiyah).

“Dengan semangat dan spirit tersebut, pemerintah dan masyarakat secara otomatis akan mempunyai kekuatan alamiah untuk membendung gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama,” tegas Presiden.

Presiden mengajak masyarakat untuk sama-sama mendoakan (di malam Nuzul Quran), agar pemerintah dapat mendorong penyerapan anggaran pembangunan nasional agar ekonomi masyarakat bergerak, khususnya di usaha-usaha kecil (mikro), menengah dan program bantuan sosial. Dengan niat tersebut, pemerintah ingin merealisasikan dan mejalankan program pemerintah yang sudah kami tetapkan.

Senada dengan hal tersebut, Dosen pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahsin Sakho Muhammad, saat menyampaikan uraian hikmah Nuzul Quran mengatakan bahwa Al Quran adalah petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, ciri bangsa yang maju adalah jika bangsa itu cinta kepada ilmu pengetahuan.

“Pengetahuan akan membawa kemajuan bangsa dan meciptakan peradaban manusia. Peradaban manusia di masa yang akan datang haruslah peradaban yang ditopang oleh nilai-nilai spiritualitas,” paparnya.

Sementara itu, Menag berharap Nuzul Quran ini, dapat jadikan sebagai momentum untuk memperbaiki interaksi umat Islam dengan Al Quran. “Kita tingkatkan kembali interaksi kita dengan kitab suci bukan hanya sekedar membacanya pada level ta’abbudi saja tetapi hendaknya meningkat pada level tadabburi, yaitu merenungkan, menggali hikmah dan isyarat-isyarat Al Quran,” harapnya. (kemenag.go.id)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *