Pesantren Intelektual dan Paradigma

Tradisionalitas selalu diakaitkan dengan lokalitas, pesantren sebagai bentuk pendidikan tradisional selau dikaitkan sebagai lokalitas atau sarana pendidikan islam lokal yang mumpuni, namun disamping itu  bukan berarti pesantren tak memiliki jati diri yang valid.

Pada dasarnya kemerdekaan Indonesia tidak bisa di pisahkan dari legalitas pesantren, Santri biasa disebut pada orang-orang yang menempuh pendidikan di pesantren memiliki peran yang besar pada perjuangan bangsa Indonesia, contoh nya saja kiai Hasyim yang pada saat itu sekutu datang kembali menyerang Indonesia dan seketika ir.soekarno meminta solusi kepada kiai  Hasyim tersebut. Dan pada saat itu beliau shalat istikharah dahulu sebelum member pendapat nya tentang resolusi jihad.

Pesantren pun kini telah di anggap sebagai wajah Indonesia, di karenakan tradisi disana sangat lah identik dengan agama da tradisi nusantara, pesantren juga kini telah menghilangkan keresahan masayrakat tentang berbagai masalah di zaman millennial ini yanga pada permasalahan agama di anggap tabu dan penuh rasa keragu-raguan, para kiai dan dan santri saat ini tidaklah hanya berfokus pada keadaan agama dan tradisi, namun juga pendidikan pesantren saat ini juga mengacu pada pengembangan jati diri dan potensi santri itu sendiri sehingga santri yang sudah selesai menempuh pendidikannya di pondok pesantren mampu menjadi fasilitator yang tidak hanya lihai dalam menyampaikan ilmu aga tetapi juga mampu memberdaykan masyarakat dalam lingkungannya .

Permasalahan yang timbul pada pesantren saat ini adalah para masyarakat menganggap  nya kolot dan tidak memenuhi zaman, namun paada faktanya santri juga mampu untuk bersaing dengan anak-anak yang lain contohnya saja Habiburrahma el-shirazy beliau yang pada saat itu menamatkan pendidikannya di pondok pesantren Al-anwar,mraggen, Demak, kini telah menjadi penulis hebat dan dinobatkan sebagai penulis terbaik No.1 di Indonesia oleh INSANI UNDIP AWARD pada tahun 2008, disamping itu juga ada nama Amad Fuadi ternyata Ahmad Fuadi adalah lulusan pondok pesantren ternama di Indonesia  yaitu pondok pesantren Gontor,Darussalam. Beberapa tokoh yang mungkin mengubah pandangan pradigma masyrakat tentang pondok pesantren, bahwasanya pondok pesantren juga mumpuni untuk bersaing dengan kalangan lainnya.

Sebagai lembaga pendidikan yang sudah lama berkembang di Indonesia, pesantren jga ikut berperan aktif dalam menccerdaskan anak bangsa .Perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan anak didik yang diaksanakan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat secara luas, serta meningkatkan kesadaran akan alam dan lingkungannya. Asas pendidikan yang demikian itu diharapkan dapat merupakan upaya pembudayaan untuk mempersiapkan masyarakat guna melakukan suatu pekerjaan yang menjadi mata pencahariaannya dan berguna bagi masyrakat dan mampu menyesuaikan diri secara konstruktif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Kini bangsa dan masyrakat dihadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan yang mendesak, masalah-masalah yang paling menonjol adalah tekanan masalah penduduk,krisis ekonomi, pengangguran, dan lainnya. Sementara krisis nilai, terancamnya kepribadiaan bangsa, dekadensi moral semakin sering terdengar.

Dalam upaya mengerahkan segala sumber yang ada dalam bidang pendidikan untuk memecahkan  berbagai masalah tersebut , maka eksitensi pondok pesantren akan lebih dilirik.

Watak otentik pondok pesantren yang cenderung menolak pemusatan (sentralisasi), dan bahkan desentralisasi dan posisi nya yag di tengah-tengah membuat pondok pesantren sangat patut untuk diharapakan

Dalam berbagai peranan Pondok pesantren sangat bisa untuk di harapkan, dalam peranan Instrumental  hadirnya pondok pesantren yang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, namun juga sebagai lembaga pemberdayaan umat  dan petunjuk yang sangat berarti. Bahwa pondok pesantren menjadi sarana bagi pengembangan potensi dan pemberdayaan umat, seperti halnya dalam pendidikan dakwah islamiya,entreuprenuership,dan jurnalistik seperti yang penulis paparkan diatas dengan hal yang demikian pondok pesantren telah berperan sebagai alat bantu atau instrument  pengembangan potensi dan pemberdayaan umat. Disamping itu pondok pesantren juga berfungsi sebagai mobilisasi masyarakat, hal ini di tuntut di karenakan kepercayaan kepada Pondok pesantren.

Pondok pesantren dilahirkan untuk memberikan respon terhadap situasi dan kondisi sosial suatu masyrakat yang tengah dihadapkan pada dilemma sendi-sendi moral, melalui transformasi nilai yang di tawarkan . Kehadirannya bisa disebut sebagai agen perubahan social (agent of social change), yang selalu melakukan pembebasan pada masyarakat dari segala keburukan moral, penindasan politik, kemiskinan ilmu pengetahuan dan bahkan dari pemiskinan ekonomi.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *