NIZAM AL-MULK, PENGEMBANG SISTEM PENDIDIKAN KELAS DUNIA

Berkembang pesatnya peradaban Islam di dunia tidak terlepas dari usaha keras para negarawan, dermawan, dan pendidik yang berpengaruh dalam sejarah Islam. Tanpa sumbangan-sumbangan berharga dari mereka, tentu dunia Islam akan jauh lebih miskin dibandingkan perdaban dunia lainnya. Tercatat dalam sejarah bahwa berkat visi dan dedikasi yang tinggi dari para negarawan dan dermawan, peradaban Islam mencapai begitu banyak kemajuan dalam bidang pendidikan, budaya, dan seni.

Salah satunya adalah Nizam Al-Mulk, seorang negarawan dan pendidik Muslim yang memainkan peran yang sangat besar dalam kebangkitan dan pengembangan sistem pendidikan kelas dunia di dunia Islam. Abu Ali Hasan bin Ali bin Ishaq – yang lebih dikenal dengan sebutan Nizam Al-Mulk – dilahirkan pada tahun 1020 M di Radhkan, Khurasan, Persia. Kecintaannya pada pengetahuan dan hasratnya yang begitu tinggi dalam memberantas buta huruf di seluruh kerajaannya dengan memunculkan sebuah budaya belajar bagi masyarakat muslim di seluruh dunia.

Semasa kecilnya, Nizam Al-Mulk mempelajari bahasa Arab, tata bahasa dan fiqih di Radhkan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, dia melanjutkan pendidikan dalam sastra Arab dan Persia, matematika, serta ilmu Islam tradisional di bawah bimbingan ulama terkemuka seperti Syaikh Hibatullah Al-Muwaffaq, seorang otoritas ternama dalam hukum Islam.

Saat usia dua puluh delapan tahun, Nizam memulai karirnya menjadi pegawai negeri di pemerintahan provinsi di bawah pimpinan Adud Al-Dawlah Abu Al-Syuja – yang dikenal sebagai Pangeran Alp Arsalan – sebagai administrator sipil dan politik. Kinerjanya dipercaya sangat efesien dan efektif, serta ketajaman intelektual yang dimilikinya membuatnya menjadi lebih unggul dibandingkan teman sejawatnya. Pangeran Alp Arsalan juga terkesan dengan keterampilan administratif yang dimilikinya serta kemampuan politiknya yang matang.

Pada sekitar tahun 1063, Pangeran Alp Arsalan naik tahta dan menjadi Sultan Dinasti Seljuk. Dia mengangkat Nizam Al-Mulk sebagai perdana menteri Dinasti tersebut. Namun pada faktanya, Nizam sebagai perdana menteri menjadi satu-satunya penggerak dalam Dinasti Seljuk, sedangkan keberadaan Sultan Alp Arsalan hanya memainkan peran seremonial. Sehingga hal ini memberinya kebebasan penuh untuk mereformasi struktur-struktur sipil dan administrasi kerajaan. Di bawah pengawasannya, Dinasti Saljuk menjadi salah satunya dinasti yang paling kuat, makmur, dan berbudaya lebih maju pada masanya.

Sebagai politisi yang bijak, Nizam Al-Mulk mempromosikan pembelajaran dan pendidikan di seluruh kerajaan. Bahkan, dia mengubahnya menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, seni Islam, serta perdagangan. Karena kebenciannya pada buta huruf, dia menawarkan pendidikan gratis di seluruh kerajaan. Dia juga mendorong orang-orang untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, serta melakukan penelitian dan memperluas cakrawala intelektual mereka.

Untuk  mendukung kebijakan yang dibuatnya, maka Nizam Al-Mulk mendirikan lembaga pendidikan yang berada di seluruh Dinasti Seljuk, termasuk Nisyapur, Baghdad, dan Damaskus. Lembaga pendidikan yang didirikannya tidak hanya menjadi perguruan tinggi pertama pada masanya, tetapi juga sekaligus menjadi perguruan tinggi terbaik dalam sejarah Islam di dunia. Lembaga pendidikan tersebut dikenal dengan sebutan Madrasah Nizamiyah (Lembaga Pendidikan Nizamiyah), yang kemudian sistem pendidikannya diadopsi oleh University of Oxford, Inggris. Madrasah Nizamiyah juga setara dengan Harvard pada masanya. Untuk kemajuan lembaga tersebut, Nizam Al-Mulk merekrut ilmuwan tercerdas di dunia Islam untuk menjadi pengajar di sana, seperti Imam Al-Haramayn Abu Ma’ali Abdul Malik al-Juwaini – lebih dikenal dengan sebutan Cahaya Agama- Imam Al-Ghazali juga mengajar sebagai Guru Besar Pemikiran Islam di lembaga Nizamiyah. Sehingga tidak heran, lembaga pendidikan ini menghasilkan sejumlah pemikir paling terkenal dan tersohor di dunia Islam. Kurikulum yang digunakan di madrasah Nizamiyah ini terdapat perimbangan yang proporsional antara disiplin keagamaan berupa tafsir, hadits, fiqih, kalam, dan lainnya; serta disiplin ilmu aqliyah berupa filsafat, logika, matematika, kedokteran, dan lainnya. Bahkan saat itu kurikulum Nizamiyah menjadi kurikulum rujukan bagi institusi pendidikan lainnya.

an expository essay

Nizam Al-Mulk tidak sungkan-sungkan mengeluarkan biaya besar dari anggaran tahunan kerajaan demi kepentingan dan kemajuan pendidikan. Nizam Al-Mulk pun menyediakan beasiswa untuk mahasiswa dan memberi mereka fasilitas asrama. Mereka yang tinggal di asrama diberi uang belanja secukupnya, Ia memberi bantuan untuk semua pelajar tanpa mengharap kembali dan seluruh biaya pendidikan di madrasah Nizamiyah itu gratis. Dalam pembangunan madrasah, Nizam Al-Mulk menyediakan dana wakaf untuk membiayai mudarris, imam, dan mahasiswa yang menerima beasiswa dan fasilitas asrama. Dengan dana tersebut, Ia mendirikan madrasah-madrasah Nizamiyah di hampir seluruh wilayah Dinasti Saljuk dan mendirikan perpustakaan lebih kurang 6.000 jilid buku lengkap dengan katalognya.

Madrasah Nizamiyah pun telah banyak memberi pengaruh terhadap masyarakat baik bidang politik, ekonomi, maupun bidang sosial-keagamaan. Dalam bidang ekonomi, madrasah Nizamiyah di samping sebagai lembaga yang mengajarkan ilmu syari’ah dalam rangka mengajarkan ajaran sunny memang dimaksudkan pula untuk mempersiapkan pegawai pemerintah khususnya di lapangan hukum dan pemerintah. Dengan demikian madrasah telah menjanjikan lapangan kerja. Dari segi sosial-keagamaan, madrasah Nizamiyah diterima oleh masyarakat karena sesuai dengan lingkungan dan keyakinannya.

Sehingga tidak heran, jika madrasah Nizamiyah menjadi inspirasi madrasah-madrasah Islam zaman sekarang serta merupakan prototype fakultas-fakultas yang sekarang banyak ditiru di lembaga pendidikan zaman sekarang.

Namun sayang, kejayaan madrasah Nizamiyah sedikit demi sedikit mengalami kemunduran sejak wafatnya Nizam Al-Mulk. Madrasah yang sistem pendidikan dan organisasinya ditiru di Eropa ini, sempat bejaya sampai akhir abad ke-14, ketika Timur Lenk membumihanguskan Bahgdad. Timur Lenk dengan bala tentaranya menyerbu kota Baghdad dan menghancurkan segala peradaban serta membantai ribuan orang yang ditaklukkannya. Baghdad hancur lebur sekitar tahun 1393 Masehi. (Ana A., Faliqul J.F. CSS MoRA UPI)

zp8497586rq
Facebook Comments





Comments are Closed