Ngaji Entrepreneurship Jilid I Digelar Bersama CSSMoRA UIN Walisongo

Semarang – Pada Sabtu (29/10) kemarin, CSSMoRA UIN Walisongo bekerja sama dengan CSSMoRA Nasional menyelenggarakan Ngaji Enterpreneurship yang diadakan di Kampus 1 UIN Walisongo. Mereka mengundang Ketua HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Semarang, Fatah Rosihan Afandi, S. Fil. I.  untuk mengisi seminar dan talkshow yang dihadiri oleh mahasiswa dan santri pondok pesantren se-Semarang ini.

Dalam materinya, ia menuturkan bahwa santri harus bisa menciptakan peluang-peluang sendiri dalam berbisnis. “Peluang-peluang harus kita ciptakan sendiri, banyak sekali peluang-peluang disini.” Ungkap pemateri yang merupakan alumni fakultas ushuluddin IAIN Walisongo. “Tugas tugas saya untuk menciptakan santri entrepreneur, untuk menciptakan pelaku pembisnis-pembisnis baru dikalangan santri ataupun sebaliknya kita menyantrikan pengusaha-pengusaha yang notabenenya orang-orang umum, kita berikan nilau religius. Ungkapnya melanjutkan.

“Pada dasarnya, Enterpreneur  sejati yang menjadi catatan penting adalah keberanian kita untuk mengawalinya”, ungkap pria yang akrab disapa Gus Fatah mengawali materi yang disampaikan. “Ingat, keberanian kita yang akan mengawalinya.” Tuturnya melanjutkan sebagai penegas kembali. Hal ini menunjukkan bahwa keberanian adalah hal yang sangat penting yang harus dimiliki dan tidak boleh ditinggalkan.

“Untuk itu, yang pertama adalah keberanian, lalu perbanyak skill, perbanyak pengetahuan, dengan ikut serta dalam acara pelatihan-pelatihan, ada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan ikuti aja, bagus.” Tegasnya memotivasi, “ini memang asli yang harus kita kembangkan, banyak menimba ilmu dari senior-senior yang dianggap layak untuk membangun citra diri kita.” Tegasnya melanjutkan, sebagaimana dilansir di situs cssmorawalisongo.or.id

Ketua HIPSI Semarang itu mengibaratkan dengan seseorang yang berada disebelah kolam renang. Ketika orang tersebut tidak berani untuk berenang, tentunya muncul pertanyan dalam dirinya, mau terjun takut tenggelam, sedangkan tidak terjun tidak akan pernah bisa berenang. Pada akhirnya, tetap ceburkan orang tersebut. Walaupun pada akhirnya tenggelam, pasti ada orang yang mau menolongnya.

“minimal dari cerita ini, minimal kita pernah mencoba. Jadi kalian semua yang akan menjadi penerus bangsa.” Kata pemateri yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Lembaga Perekonomian PWNU Jawa Tengah. Cerita itu menjadi motivasi sekaligus peringatan kepada semua orang. (Ayu/Z)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *