MENTERI AGAMA: SANTRI SEKARANG TAK HANYA SARUNGAN, TAPI….

Jakarta-Launching Program peninggakatan kualitas pendidikan Agama dan keagamaan pada Madrasah dan Pondok Pesantren serta Peringatan Nuzul Qur’an dengan tema “Membangun Manusia yang Cerdas dan Berkarakter”. Menteri PMK Puan Maharani dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut hadir, acara ini bekerjasama dengan Yayasan Baitul Mal (YBM) BRI dan ikut hadir pula tamu undangan serta pimpinan Madrasah dan Pondok Pesantren.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih dan bersyukur telah meluncurkan pogram yang mulia ini, program yang menjalankan fungsinya dan meninggkatkan kualitas pendidikan Agama dan keagamaan sehingga melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter dan bermoral, tutur Menteri Agama dalam sambutannya di jl. Medan merdeka barat Jakarta Pusat.

Lukman Hakim menuturkan bahwa santri sekarang tidak hanya sekedar memakai sarung saja, akan tetapi mereka sudah merasa bangga dan bisa menunjukan kapasitas daya saing dan bisa melahirkan pendidikan yang berkualitas sehingga dapat membanggakan dunia akademik maupun non akademik.

“Madrasah dan Pondok Pesantren sekarang sudah tidak dianggap sebagai pendidikan yang tradisional semata, akan tetapi sekarang sudah menjadi pendidikan Nasional”, tegasnya.

Dalam sambutannya Menteri Agama juga mengatakan, Salah satu santri dan santriwati Madrasah bias mewakili kejuaraan lomba olimpiade yang diselenggarakan di Denmark pada tanggal 12 -19 Juli ini.Madrasah juga mencetak santri yang intelektual, yang berkarakter dan berkualitas. Pondok Pesantren juga semakin menunjukan eksistensinya tidak hanya sebagai Santri Nusantara.

Kata Menteri Agama, Santri sekarang bahkan bisa memutuskan matarantai keminkinan, jika mereka terselamatkan pembinaan dan pemberian jaminan mutu, maka meraka sama dan dapat menunjukkan kualitas yang lebih baik.“ini juga tangung jawab pihak Gubenur, Bupati dan kita semua”, tegasnya.

Pesan Menteri Agama, Tantangan pendidikan Islam saat ini, adalah memelihara karakter pendidikan Islam, ini harus kita jaga dan tanggung jawab kita, karena ini menjadi cirri khas Madrasah dan Pondok Pesantren. “Berharap Madrasah dan Pondok Pesantren harus bisa menggenjot lebih kuat lagi dan bisa menjadi yang lebih baik”, imbuhnya. (ditpdpontren.kemenag.go.id)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *