Menteri Agama Membuka Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren

Semarang (Pd Pontren) Direktorat Pendidikan Diniyan dan Pondok Pesantren membuat acara halaqoh pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah di Semarang (12-14/01/15). Acara yang di ikuti oleh 144 peserta pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah dan tamu undangan ini dibuka langsung oleh menteri agama RI Lukman Hakim Saifudin.

Dalam sambutannya lukmam hakim menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu ciri khas pendidikan islam di  Indonesia dan hal itu juga diakui oleh ulama di dunia, selain itu juga ia menyampaikan bahwa pesantren sudah merupakan budaya bahka sebelum masuknya islam ke nusantara. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah membuktikan masa penjajahan santri-santri yang ada dipesantren meripakan musuh yang sangat berat bagi penjajah. “Pesantren merupakan sebuah kekuatan dalam melawan penjajah” ungkapnya.

Tetapi dalam perkembangannya pesantren juga tidak bisa lepas dari problem, sebagai salah satu contoh kelulusan pesantren tidak bisa di terima oleh dunia kerja hanya karena maslah ijazanya tidak sama dengan pendidikan formal. Maka dari itu Kemenag sebagai lembaga pemerintah membuat satu kebijkanan yang bertujuan untuk mengembangkan pesantren baik dalam segi manajerial maupun penyetaraan. Baik dalam segi legalitas serta kemampuan lulusan pesantren itu sendiri. Selain itu menteri agama juga menyampaikan bahwa santri santri sekarang harus melek teknologi, karena dunia IT sekarang sudah menjadi keniscayaan tetapi harus tetap menjaga kearifan pesatren itu sediri “selain madrasan pesantren merupakan jantung pendidikan islam di indonesia” Imbuhnya.

Selain menteri agama, hadir juga dalam acara pembukaan Halaqoh, KaKannwil jateng, Sekretaris Dirjen Pendis Moh. Ishom, Rois Suriyah PWNU Jateng. Acara pembukaan di tandai dengan pemukulan gong oleh menteri agama. (a_h/Pontren)

Sumber: ditpdpontren.kemenag.go.id

Facebook Comments


« (Previous News)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *