MEMBANGGAKAN, ANGGOTA CSSMoRA TERPILIH PERTUKARAN PELAJAR KE JEPANG

Bandung, cssmora.org – Anggota CSSMoRA sebagai Penerima Program Beaasiswa Santri Berprestasi (PBSB) kembali menunjukkan prestasinya. Kali ini prestasi luar biasa diraih oleh tiga orang Anggota CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mereka adalah Arij Zulfi Mufassaroh, Reni Anggraini dan Ratu Aisyah Fajarinaya. Ketiganya terpilih sebagai peserta “Japan Study Field and School Visit at Konan University”. Program ini adalah kerjasama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Konan University. Ini merupakan tahun kedua bagi UPI bekerjasama dengan Konan, tahun lalu juga Syaima Hakim yang juga anggota CSSMoRA UPI turut berpartisipasi dalam program ini.

“Aku tertarik karena dari awal Jepang memang negara yang paling ingin dikunjungi. Selebihnya karena ingin tahu lebih baik tentang Jepang, dan kira-kira apa aja yang bisa kita ikuti. Yang paling berkesan ketika semua sudah diatur dan mereka menghargai semua peraturan-peraturannya, karena aku paling suka sama orang yang bertanggungjawab,” kata Arij yang merupakan mahasiswa UPI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2014.

Menurut Arij, ke luar negeri bukanlah ukuran kesuksesan yang sebenarnya. Hanya saja memang butuh pengalaman, sebab tidak ada pelajaran yang lebih baik dari pengalaman. Pengalaman itu tidak harus dipaksakan, lanjutnya, tapi masih bisa diusahakan. Banyak cara untuk bisa mendapatkan pengalaman lebih, baik dengan cara punya finansial cukup ataupun ilmu yang bermanfaat. Karena menurutnya orang yang sukses itu ada dua, orang kaya dan orang pintar yang bersungguh-sungguh.

1495670015175

Ketiganya berada di Jepang selama satu pekan (13-20/5). Reni Anggraini yang juga anggota CSSMoRA UPI angkatan 2014 mengaku terkesan ketika hanya ia sendiri menampilkan jurus pencak silat di sana. Reni mengaku ingin mempelajari kultur Jepang serta menunjukkan kultur Indonesia kepada mereka.

“The first reason is cari pengalaman. Then, kita kan tahu Jepang adalah negara yang maju. So, karena saya adalah calon pendidik, saya ingin mempelajari Japan Education System untuk di apply di Indonesia ketika saya menjadi pendidik nanti,” ungkap Reni  yang merupakan lulusan Ponpes Islam Al-Muslimun Seikijang Riau.

Selain itu Ratu Aisyah Fajarinaya, akrab disapa Naya, menceritakan bahwa mereka berkesempatan untuk ikut berinteraksi dengan siswa-siswa di sana dengan menggunakan bahasa Inggris. Kemudian mereka juga menunjukkan kebudayaan dan kekayaan alam Indonesia kepada mahasiswa-mahasiswa Konan University dan siswa-siswa di Sekolah. Ada juga pengenalan sistem pendidikan di Jepang dari zaman dahulu kala.

1495742417669

“Saya ingin menerapkan kedisiplinan dan semua hal baik yang ada pada Jepang di Indonesia, minimal pada diri saya dulu. Lalu, Insya Allah saya ingin menerapkannya pada sistem pendidikan di Indonesia nanti. Sebagai calon guru, saya juga insya Allah akan menerapkan sistem pendidikan jepang ke dalam kelas saya nanti,” papar Naya yang juga mengaku bahwa Jepang adalah negara yang sangat ingin ia kunjungi.

Menurut Naya, Jepang dikenal dengan kedisiplinan, kebersihan dan tanggung jawabnya yang besar. Hal ini terbukti ketika Naya berada di sana. Tata letak bangunan dan lingkungannya itu well managed and well arranged. Naya juga memuji warganya yang begitu ramah. Meskipun di beberapa wilayah di sana sangat ramai orang, tapi Naya merasa senang berada di kerumunan orang-orang itu.

 

“Ketika saya disana, saya benar-benar merasakan bagaimana rasa syukur saya diuji. Jadi, buat teman-teman semua, mimpilah setinggi mungkin, jangan lupa berdoa, bersabar dengan prosesnya dan bersyukur dengan apapun hasil yang didapatnya,” pungkas Naya.(Ray)

1495742412828

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *