Memaknai Lima Sila Falsafah Negeri

Oleh: Aridina Akmalia*

1 Juni merupakan hari lahir Pancasila. Hari lahirnya ideologi bangsa kita. Harapan besar terletak pada pundak pemuda pemudi untuk bisa menerapkan nilai Pancasila dalam keseharianya karena melihat dari perkembangan zaman yang terus mengalami moderenisasi membuat nilai-nilai Pancasila akan terkikis perlahan. Salah satu pemeran utama dalam aktifasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan adalah remaja. Dan remaja pun juga dikelompokkan dengan berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dalam hal ini salah satu contoh yang dicomot adalah santri. Meskipun buta akan informasi duniawi akan tetapi dalam balutan pesantren tak pernah melupakan hari-hari besar bagi Indonesia, bahkan tidak sedikit bagi institusi untuk menyambut hari Pancasila ini dengan mengadakan berbagai lomba. Adapun isi dari Pancasila yang patut kita maknai lebih jauh adalah:

Ketuhanan yang Maha Esa. Yang diartikan bahwa semua manusia patut mengesakan tuhan meraka dalam agama yang diyakini benar  (dalam hal ini gus dur mengesahkan agama yang sah dalam indonesia yakni; Islam. Kristen. Katholik, Hindu, dan Budha).  Dalam hal ini bertujuan untuk menjadikan warga Indonesia warga negara yang baik dan taat agama, karena mengingat bahwa agama merupakan salah satu pedoman tingkah sebagian besar warga Indonesia. disetiap agama yang dianut tidak pernah membawa keburuk. Karena  hakikat agama adalah menjadikan pribadi yang baik.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Point kedua merupakan point yang sering di lupakan bahkan bisa dikatakan kian menghilang di akhir zaman ini. Bagaimana tidak? Dalam kemajuan zaman ini manusia kerap sekali diprilakukan dengan semena-mena. Apalagi yang tengah tren kali ini adalah krisis moral pada pemuda pemudi indonesia. terjadi banyak sekali kejatahan asusila dan yang paling memprihatikan adalah pelaku dari tindak asusila tersebut adalah remaja yang masih dibawah umur.  Astagfirullah..

Persatuan indonesia. Point ke tiga inilah yang harus ditekankan lagi untuk semua warga negara Indonesia tidak pandang bulu dari aki-aki sampai bayi haruslah ditanamakan rasa persatuan indonesia.  membangun indonesia menjadi negara yang mandiri. Guna menjadi negara yang mandiri maka diperlukan sekali satu nafas dan satu tekad para pemuda untuk mengharumkan nama Indonesia sampai kancah dunia sehingga tak ada lagi yang berkoar untuk pergi meninggalkan Indonesia. meninggalkan Indonesia yang dianggap kurang. Dan lantas balik lagi jika Indonesia sudah berjaya. Pengecu itu namanya.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam persatuan. Adapaun yang terkandung dalam nilai disini adalah nilai kerakyatan, bisa dilihat bahwa Indonesia telah menganut paham demokrasi yang artinya semua dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adil dari segala hal, bahkan jika berbagi satu kue untuk dua orang adalah sebuah keadilan. Akan tetapi semua yang sama didapat  dalam porsi yang sama tidak selamanya adil. Contohnya : ada kalanya kita memberi batuan lebih banyak pada teman yang disabelitas, sedangkan memberikan dalam taraf yang seang pada remaja yang masih kuat, masih aktif dan sempurna pertumbuhan. Hal ini baru yang dinamankan adil. 

Dalam hal memperingati hari pancasila ini diharapkan kedepannya pemuda Indonesia memang benar-benar pemuda yang menjadikan nafasnya adalah Pancasila. Sertam mengabdikan bersama untuk membangun indonesia mandiri. Karena kesuksesan suatu negara adalah tergantung dari pemudanya.

 

*Penulis adalah mahasiswa dan anggota aktif CSSMoRA IPB angkatan 2014.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *