Majalah Santri Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yogyakarta, CSSMORA Online
Redaksi majalah Santri Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MORA) menggelar pelatihan jurnalistik tingkat nasional, 6-8 Februari di Gedung Kampus Fiksi, Yogyakarta. Acara bertajuk “Sebait Kata, Satu Asa Untuk Indonesia Berkarya” ini diikuti 45 santri yang mewakili beberapa perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa.

Surotul Ilmiyah, pemimpin redaksi majalah Santri mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk regenerasi kepengurusan di majalah tersebut. Pihaknya berupaya melaksanakan kaderisasi jurnalis dari kalangan pesantren.

“Pelatihan ini juga dalam rangka syiar pengenalan majalah Santri ke segmen yang lebih luas, sekaligus mengembangkan semangat jurnalisme pesantren,” kata Ilmi, nama sapaannya, dalam siaran pers yang diterima NU Online, Jumat (6/2).

Menurut aktivis Pengurus Cabang Pergerakann Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat ini, pelatihan ini penting digelar bagi santri sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan dalam berkarya di dunia jurnalistik.

“Banyak santri yang dengan intelejensinya mampu melahirkan karya-karya seperti dalam bentuk buku. Sehingga melalui acara ini berharap kebangkitan Ulama penulis dimulai,” jelas salah satu mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) itu.

Secara teknis, lanjut Ilmi, hari pertama pelatihan diawali dengan seminar motivasi serta  bedah buku “Haji Back Packer” oleh penulisnya, yakni Aguk Irawan. Kemudian dilanjutkandengan materi tentang jurnalistik dan teknik penulisan berita dari redaktur koran Kedaulatan Rakyat, lalu materi Editor dan freelance writer oleh Iqbal Dawami. Selain itu, ada juga materi tentang sastra, fiksi dan manajemen pers yang diisi oleh Edi Ekhiles CEO penerbit Diva Press.

”Tindak lanjut dari acara tersebut adalah terbentuknya wadah forum penulis pesantren serta adanya (pengurus) redaksi baru majalah Santri,” tambah santri asal pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini yang baru saja menyelesaikan studi sarjana di UIN Syarif Hidayatullah itu.

Ia berharap, acara ini menjadi ikhtiar rutin sebagai kaderisasi majalah Santri. Dengan begitu, menurut Ilmi, akan tercipta atmosfer yang baik dalam pengembangkan jurnalisme pesantren bagi para santri sekaligus mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut.

“Semoga bisa terus berkarya lebih banyak untuk melanjutkan perjuangan para ulama pejuang pena negeri ini. Hidup jurnalisme pesantren,” tegas Ilmi. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

 

Sumber: NU Online

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *