Mahasiswa CSSMoRA Toreh Prestasi pada Event Nasional di Bandung

Bandung, (25/10) Empat mahasiswa CSSMoRA meraih prestasi pada ajang LKTI Nasional di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dua orang dari CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, yaitu Ahmad Faruq Khaqiqi bersama Ahmad Fahrur Rozi sebagai juara tiga, dan dari CSSMoRA UIN Sunan Ampel Firda Rodliyah bersama Dinda Karenina yang meraih juara harapan satu.
LKTIN ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Harlah CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati ke-5 dan CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati sendiri sebagai pelaksananya. Lomba ini mengangkat tema Merawat Keberagaman Nusantara Melalui Jalan Spiritualitas dan diperuntukkan bagi mahasiswa se-Indonesia. Terdapat beberapa tahapan yang mesti dilalui sebelum sampai menjadi finalis pada LKTIN ini, yaitu pengumpulan abstrak, pengumpulan full paper dan yang terakhir ialah presentasi karya yang telah dibuat.
Berdasarkan wawancara via WhatsApp, Faruq mengakui bahwasanya di awal ia ragu tidak lolos pada tahapan seleksi abstrak dikarenakan fokus bidang keilmuannya yang berbeda dengan tema yang diangkat. “Kami tertarik karena yang adakan lomba itu CSS sendiri, makanya kami coba mengirim abstrak, meskipun agak sulit karena bukan bidang kita (Ilmu al-Quran dan Tafsir).” Ujarnya. Bagi Firda juga mempunyai kesulitan sendiri dikarenakan Dinda tidak mempunyai handphone. “Pokoknya perjuangan banget lah, soalnya Dinda tidak punya HP jadi kami hanya saling berhubungan lewat email dan teman-teman, dan itu sulit, soalnya kami berbeda jurusan.” Jelas Firda.
Bagi Rozi, setelah mengikuti LKTIN tersebut ia berharap bisa meningkatkan tata cara presentasi yang baik setelah melihat para presentator lain. “Saya mendapat tambahan ilmu yang begitu luas, begitu banyak tatkala mendengar paparan dari para presentator yang lain dan penjelasan dari para juri.” Jelasnya. Untuk Dinda sendiri, ia mengaku senang bisa mengikuti LKTIN tersebut, ia mengambil pelajaran bahwa dalam pemikiran dan analisisnya masih kurang tajam. “Terlebih juri-juri, mereka sangat berkompeten di bidangnya. Ketiganya penulis dan pemikir ulung yang hebat.” Timpalnya.
Harapan Dina agar teman-teman yang lain bisa memiliki hobi dalam menulis karya ilmiah. Karena menurutnya, karya ilmiah merupakan hal yang urgent dewasa ini. “Menulis adalah bekerja untuk keabadian dan untuk melestarikan pikiran-pikiran,” ujarnya.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *