Lulus, Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku “Rumah Kita”

Lebak, CSSMORA Online
Buku karya wisudawan dan wisudawati Sekolah Menengah Atas (SMA) Qothrotul Falah Kabupaten Lebak, Banten tahun 2015 berjudul Rumah Kita: Catatan Santri Qothrotul Falah diluncurkan pada wisuda ke-16 pesantren tersebut pada Sabtu, 6 Juni 2015 akhir pekan lalu.

Buku yang diterbitkan Pustaka Qi Falah Mei 2015 ini berisi pengalaman para penulisnya selama menjadi santri di pondok pesantren yang diasuh KH Achmad Syatini Hambali.

Di antara pengalaman mereka adalah menjadi penyiar radio, pengurus perpustakaan, nyate bersama, kesan pada Bibi Dapur, Triping.Com, pramuka, dibotak, cobaan di pesantren, dan sebagainya.

“Buku ini menjadi ikhtiar kami untuk berbagi pengalaman selama di pondok ini. Karena selama di pondok inilah kami menemukan cahaya dan sayang jika tidak kami bagikan,” ujar Editor Buku, Cahyati, didamping editor lainnya, Uyun R. Uyuni dan Anastasya Shofia Alfatha, saat memberikan sambutan.

Sebagai simbol peluncuran, buku ini diberikan Pimpinan Pondok KH. Syatibi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat, Ketua Maghrib Mengaji Kabupaten Lebak KH Zainuddin Amir, Camat Cikulur Sehabuddin, Anggota Dewan Kabupaten Lebak Acep Dimyati, Komisioner KPID Ade Bujhaerimi, dan wartawan Radar Banten Mastur Huda.

Dikatakan Cahyati, peluncuran buku di saat wisuda ini diniatkan sebagai tradisi baru yang jarang dilakukan pihak lain. “Mudah-mudahan ini menjadi tradisi baru yang akan diikuti adik-adik kita ke depan,” jelasnya. “Dan ini sudah tahun ketiga kita selalu launching buku di acara wisuda,” ujarnya.

Bagi Cahyati dan kawan-kawan penulis buku ini, launching ini sempat terkendala karena proses desain dan layout yang terlambat. “Kita semua deg-degan, apakah pada hari H buku ini bisa dilaunching. Berkat kerja keras semua pihak, Alhamdulillah akhirnya bisa juga diselesaikan kendati masih banyak kekurangan di sana-sini,” ujarnya haru.

Ki Lengser  
Seperti biasa, proses Wisuda XVI Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang dihelat di halaman pesantren ini diawali dengan suguhan tarian adat Ki Lengser yang diinisasi Ustadz Agus F. Awaluddin.

“Alhamdulillah prosesi Ki Lengser lancar dan ini menjadi tradisi yang berbeda di kalangan pesantren saat wisuda. Kita ingin memadukan tradisi pesantren dengan tradisi lokal, dan ini mendapat banyak apresiasi,” ujarnya.

Usai Ki Lengser, secara beruntun rangkaian acara disambung dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan-sambutan, prosesi wisuda, sambutan perpisahan tiga santri dengan tiga bahasa, pemberian hadiah untuk santri berprestasi, pentas seni santri, arahan anggota dewan, nasihat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lalu diakhiri dengan khutbah perpisahan pimpinan pesantren.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat, berharap para wisudawan-wisudawati terus melanjutkan kuliah setinggi-tingginya dengan semangat. “Kalau nggak punya semangat mendingan mati saja. Hidup ini penuh tantangan dan hanya orang yang semangat yang  bisa bersaing,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Pengasuh Pondok, KH Achmad Syatibi Hambali. “Anak-anakku harus terus belajar. Jangan berhenti hanya sampai di sini. Masih banyak hal yang penting diraih dan teruslah kejar impian kita,” katanya di sela-sela kondisi kesehatannya yang menurun.

Suasana wisuda kali ini jauh lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain dihadiri pemangku-pemangku pendidikan di Kab. Lebak dan para tokoh agama, juga dihadiri banyak wali santri. “Kursi yang disediakan pun terus berkurang,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, merespon ramainya tamu. (Nurul Huda Ma’arif/Abdullah Alawi)

 

Sumber: NU Online

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *