LAGI, DUA ANGGOTA BAWA NAMA CSSMORA DI EVENT DUTA SANTRI NASIONAL

Yogyakarta, cssmora.org- Dua anggota CSSMoRA kembali berhasil menorehkan nama baik di ajang Duta Santri Indonesia. Adalah Taufikurrahman dan Khusnul Khotimah yang berhasil membuat CSSMoRA kembali dikenal di event duta santri ini. Keduanya berhasil menjadi finalis Duta Santri Nasional setelah melewati tiga tahap seleksi yang ada. Keduanya berhasil menjadi finalis bersama-sama dengan 18 santri lainnya dan dikarantina selama satu minggu terhitung sejak tanggal 23-29 April 2018 di Balai Bandung. Selama proses itu berlangsung, Taufik terpilih menjadi Duta Persahabatan dan Khusnul meraih juara 3 Duta Santri Putri.

Acara tersebut merupakan serangkaian kegiatan dari PW Fatayat NU DIY, di bawah naungan Rabithoh Ma’ahid al-Islamiy (RMI) Nasional. Acara dua tahunan ini berhasil menjaring sekitar 160-an santri putra dan putri dari seluruh Indonesia yang kemudian disaring menjadi 20 finalis. “Peserta paling jauh tahun ini berasal dari Medan dan ada juga yang dari Kalimantan Timur,” ungkap Taufik, alumni PPMT as-Sa’dah Tuban tersebut.

Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan keinginannya mengikuti event ini ialah untuk ikut berkontribusi menyebarkan Islam yang ramah di kalangan masyarakat. “Sebab event ini bertujuan ingin memilih model santri yang bisa menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bukan Islam yang beredar di media sosial, sehingga menimbulkan pemahaman-pemahaman yang radikal dan gerakan yang anarkis,” terangnya. “Selain itu, saya juga ingin meningkatkan kualifikasi diri, karena event tingkat nasional seperti ini sangat bergengsi, sehingga saya ingin bersaing dengan orang-orang yang sudah berpengalaman,” tambah anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Tidak jauh beda dengan Tuafik, finalis lainnya, Khusnul, memiliki motivasi ingin memperluas jaringan dalam rangka memajukan Indonesia yang lebih baik. “Utamanya, dapat mengajak kepada kalangan santri khususnya, untuk turut menjadi agent of change yang berpotensi di bidangnya masing-masing,” tuturnya. Lebih lanjut, anggota CSSMoRA ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) tersebut juga mengungkapkan harapannya agar bisa mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya santri, untuk turut berjuang tidak hanya dalam bidang imtaq, namun juga iptek.

Terakhir, kedua finalis duta santri ini mengungkapkan kebahagiannya karena berhasil menjadi keluarga finalis duta santri. “Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mengenal dan memiliki keluarga baru khususnya para finalis yang sangat membanggakan dan potensial di bidangnya,” ungkap Khusnul, santri Pondok Pesantren al-Ittihad Cianjur tersebut. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara tersebut, karena selain mendapatkan wawasan, saya beretemu dengan orang-orang dan santri-santri yang notabene mempunyai banyak pengalaman dan track record yang bagus. Bayangkan saja, hampir semua finalis duta santri pernah ke luar negeri,” jelas Taufik. (Ahn)

 

 

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *