KKN Perdana di Belanda, Tantangan Bagi 4 Mahasiswa PBSB UINSA

Setelah 2 mahasiswa PBSB UINSA menjalani KKN Internasional di Malaysia, sebulan selanjutnya 4 mahasiswa PBSB UINSA yang lain berkesempatan untuk menjalani KKN Internasional di Belanda. Program perdana UINSA yang berkerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda ini menjadi tantangan bagi keempat mahasiswa tersebut bersama 2 mahasiswa UINSA yang lain, karena program ini adalah program perdana yang dilaksanakan di Eropa. Bagaimana perjalanan mereka, berikut ini kisahnya.

Tepat pada tanggal 09 Juli 2018, 4 mahasiswa PBSB UINSA dan 2 mahasiwa UINSA yang lain ditemani oleh Bahtiyar Rifa’i selaku Dosen UINSA yang diutus mengantar mereka, tiba di Bandara Schipol Amsterdam yang disambut oleh Perwakilan dari KBRI dan Pengurus PCINU Belanda. Keempat mahasiswa tersebut adalah M. Yusuf, Najwan Nada, dan Ummahatul Mu’minin dari Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) serta Yeni Yuliani dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Dari Bandara Schipol Amsterdam mereka diantar menuju Masjid PS Indonesia Al Hikmah Den Haag oleh Ikrom Mustofa (Alumni PBSB Institut Pertanian Bogor Angkatan 2011, Red.) yang saat ini sedang menjalankan studi masternya di Wageningan University and Research (WUR) Belanda. Kiai Nur Hasyim Subadi selaku Rois Syuriah PCINU Belanda telah menunggu kedatangan mereka di depan Masjid Al Hikmah, lalu menyambut mereka dengan senyuman hangatnya. Mereka diantar menuju tempat istirahat yang terletak di belakang masjid, yang selanjutnya menjadi tempat tinggal mereka selama 2 bulan di Belanda. Setelah merapikan barang di kamar masing-masing, mereka pun disambut dengan penyambutan resmi oleh Pengurus PCINU Belanda di salah satu ruangan di Masjid PS Indonesia Al Hikmah Den Haag.
Setelah penyambutan dan ramah tamah, mereka dikenalkan dengan para muslim Indonesia yang tergabung dalam komunitas Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Den Haag dan Komunitas Tombo Ati. Satu per satu mahasiswa mengenalkan diri di hadapan para jamaah (09/07). Keesokan harinya (10/07) mereka diantar ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia Belanda untuk lapor kedatangan diri dan silaturahim dengan Bapak Din Wahid selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Belanda.
Dalam waktu 2 bulan terhitung sejak tanggal 09 Juli hingga 05 September 2018, mereka telah “menyentuh” 12 komunitas muslim di berbagai daerah di Belanda. Komunitas-komunitas itu antara lain PPME Den Haag, Komunitas Al Mu’minun, Komunitas Tombo Ati Den Haag, Pengajian Indahnya Sedekah Den Haag, Tenaga Pengajar TPA Al Hikmah Den Haag, TPA Leiden, PPME Amsterdam, PPME Rotterdam, PPME Ar Rahman Breda, TPQ Wageningen, Pengajian Qaf Mahasiswi Wageningen, dan Pengajian Ibu-Ibu Wageningen. Dari berbagai komunitas tersebut, sasaran objek dakwahnya pun beragam, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Program yang diberikan pun variatif, seperti pelatihan tilawah, pelatihan seni Islam, pelatihan hafalan Al quran, pelatihan guru, nasyid uluhiyah, belajar mengaji Al quran, kajian fikih, dan kajian Islam.
Selain kegiatan keagamaan, mereka juga berkesempatan untuk melakukan campus visit di berbagai kampus terkenal di Belanda ditemani oleh mahasiswa Indonesia yang sedang studi di masing-masing kampus tersebut. Kampus-kampusnya antara lain Vrije Universiteit Amsterdam, Leiden Universiteit, Tilburg Universiteit, Radboud Universiteit, dan Wageningen University and Research.
Hari demi hari mereka jalani untuk berdakwah di negara yang kaum muslimnya minoritas, hingga pada tanggal 02 September 2018 menjadi acara perpisahan antara mahasiswa KKN UINSA bersama PCINU Belanda dan perwakilan dari berbagai komunitas Islam di Belanda. “Ini adalah pertama kalinya di seluruh Indonesia program KKN di luar negeri, khususnya di Belanda,” tutur Kiai Hasyim dalam sambutan perpisahan bersama mahasiswa KKN UINSA (02/09).
“Dan kami dari PCINU Belanda akan memberikan masukan kepada Kementerian Agama supaya program semacam ini yang telah dirasakan manfaatnya oleh organisasi-organisasi di Belanda ini, agar ditindaklanjuti menjadi program nasional,” jelas Bapak dari 3 putri ini. Ia juga akan mengupayakan, agar program ini menjadi tradisi bukan hanya kerja sama dengan UINSA saja, tapi juga dengan universitas-universitas yang lain, khususnya yang berkaitan dengan studi agama. “Dan mudah-mudahan program ini ke depan berjalan dengan lancar demi dakwah kita di Belanda,” lanjut pria alumni Al Azhar Cairo Univeristy merespon positif kegiatan KKN perdana ini. (mee)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *