Ketua Mundur, Muslub Bertempur

22 Maret 2014 tepatnya pada hari sabtu pagi Pengurus CSSMoRA Nasional beserta perwakilan Pengurus Perguruan Tinggi Negeri(PTN) mengadakan Musyawarah Luar Biasa(Muslub) yang bertempat di daerah Kaliurang, Jogjakarta. Berita tentang mundurnya Sang Ketua Imam sahal sontak membuat semua pengurus bertanya-tanya mengapa mas Imam(sapaan akrabnya) mengundurkan diri dan juga menjadi pemicu diadakannya Muslub ini. Berdasarkan AD/ART pasal 29 ayat 1 bahwa Musyawarah Luar Biasa dapat dilaksanakan sewaktu-waktu dan memiliki wewenang untuk menggantikan Ketua CSSMoRA. Sehingga hal ini yang dapat dilakukan oleh Pengurus CSSMoRA Nasional. Sebab Ketua sendiri tidak memberikan alasan yang jelas tentang kemundurannya itu. Bahkan mas Imam tidak hadir ketika acara Musyawarah Luar Biasa ini.

Ketika itu masih banyak yang mempertanyakan alasan ketua mengundurkan diri. Sehingga pada sesi diskusi dan sharing kepengurusan CSSMoRA PTN, beberapa teman dekatnya menjelaskan bahwa mas Imam pernah mengeluh atas kepemimpinannya dan sempat putus asa untuk memimpin CSSMoRA Nasional.  Sehingga peserta Muslub yang dihadiri oleh 26 Pengurus Nasional 13 Perwakilan PTN dan 5 perwakilan redaksi SANTRI menyetujui mundurnya mas Imam dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah menyampaikan secara tertulis maupun secara lisan kemundurannya tersebut dan disebarkan ke seluruh anggota CSSMoRA.

Disamping itu, acara ini juga dihadiri oleh mas Gunaryo selaku Ketua kedua CSS setelah mas Angga dan Ketua pertama CSSMoRA Nasional. Beliau merasa kecewa dengan keputusan mas Imam yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua. Laki-laki yang sering disebut “mas gun” ini berpesan bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mencetak kader-kader CSSMoRA yang berkualitas sehingga tidak akan terjadi lagi peristiwa ketua CSSMoRA mundur.

kemudian tepat pada hari Minggu pukul 02.00 WIb dini hari, terpilih ketua baru mas Ahmad Maulana (mas Alan) untuk menggantikan posisi ketua hingga akhir kepengurusan CSSMoRA Nasional. Pemilihan ini dilakukan dengan metode layaknya pemilu nasional dua tahunan, namun dipilih oleh peserta Muslub yang berjumlah 44 orang saja. Dan saat itu ketua terpilih menjelaskan bahwa fungsi CSSMoRA Nasional adalah fungsi koordinatif yang melakukan koordinasi dengan CSSMoRA PTN terkait kebutuhan PBSB dan CSSMoRA.(Aba-KMF)

Sehingga beberapa kesimpulan terkait Musyawarah Luar Biasa adalah sebagai berikut:

  1. Imam sahal ramdhani menyatakan mengundurkan diri tanpa konfirmasi alasan yang jelas dan dengan segala upaya yang telah dilakukan semua pihak tidak dapat mengubah keputusannya
  2. Pimpinan nasional yang masih ada, memutuskan untuk mengadakan musyawarah luar biasa
  3. Musyawarah luar biasa ini adalah suatu keharusan dikarenakan poin pertama
  4. Tentang penjelasan musyawarah luar biasa pada AD/ART pasal 29 ayat 2 disepakati bahwasanya poin tersebut adalah salah satu metode untuk mengadakan musyawarah luar biasa jika keadaan ketua masih menjabat, bukan untuk keadaan ketika ketua telah mengundurkan diri
  5. Musyawarah luar biasa menjadi sah, karena telah disepakati peserta musyawarah luar biasa seperti yang dijelaskan dalam AD/ART pasal 28 ayat 1
  6. Mekanisme dan tata cara pemilihan ketua baru dilakukan berdasarkan kesepakatan peserta muslub
  7. Hasil musyawarah luar biasa mendapatkan:
    • Ketua baru CSSMoRA Nasional yaitu Ahmad Maulana
    • Konsep CSSMoRA Nasional adalah koordinatif terhadap CSS MoRA PTN
    • Fiksasi perubahan struktur kepengurusan CSS MoRA Nasional selambat-lambatnya 30 Maret 2014
    • Menata kembali program kerja hingga akhir periode kepengurusan

 

Facebook Comments


« (Previous News)



Comments are Closed