Ketua CSSMoRA: Pengurus Harusnya Tidak Sekedar Janji, Namun Berkomitmen

Sabtu (28/4), telah digelar acara  pelantikan pengurus Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya  (CSSMoRA UINSA). Acara yang dilaksanakan di gedung Self Access Center (SAC) lantai 3 tersebut dihadiri oleh wakil ketua (Waka) 1 CSSMoRA nasional, dan tamu undangan CSSMoRA regional timur.

Egi, sebagai Waka 1 CSSMoRA Nasional melantik Haris Nugroho sebegai ketua terpilih dan 48 orang pengurus dengan rincian 6 orang Badan Pengurus Harian (BPH), 3 orang pengurus harian Badan Semi Otonom (BSO) Naturalist, 11 orang dari departemen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM), 5 orang departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M), 6 orang departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo), 6 orang departemen Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), 6 orang departemen Service Member Relation (SMR), dan 5 orang dari departemen Intelektual dan Keagamaan (IK) Pelantikan dilangsungkan dengan mengucapkan ikrar dengan menggunakan Alquran sebagai saksi dan para anggota CSSMoRA UINSA lainnya.

Pelantikan ini mendapatkan apresiasi dari Egi, karena rangkaian acara yang berjalan rapi dan elegan. “Terasa khidmat, apalagi lagu hymne CSSMoRA dinyanyikan pas pelantikan,” jelasnya. Ketika diminta memberikan kata sambutan, Haris, ketua CSSMoRA periode 2018/2019 menyatakan bahwa para pengurus harusnya tak hanya sekedar menebar janji-janji, tapi bisa berkomitmen. Ketika ditanyai tentang perbedaan janji dan komitmen, ia menganggap bahwa komitmen ialah berjanji pada diri sendiri; suatu tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu. Sedangkan janji ialah kata-kata yang diucapkan seseorang kepada orang lain dan biasanya mudah dilupakan.

Ada yang berbeda di pelantikan tahun ini, yaitu dilantiknya BSO Natuaralist CSSMoRA UINSA secara khusus dan berbeda dengan pengurus CSSMoRA lainnya. Hal ini dikarenakan Naturalist telah menjadi Badan Semi Otonom yang berarti berdiri sendiri, tetapi tidak terpisah dari CSSMoRA. “Sebenarnya wacana ini sudah dari tahun lalu, tapi baru terealisasi sekarang,” ungkap Nada, kepala BSO Naturalist periode 2017/2018. Egi juga menambahkan bahwa adanya pelantikan khusus BSO Naturalist bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan roda kepengurusannya. “Semoga dengan itu menjadikan langkah baru yang memberikan suntikan semangat kepada teman-teman BSO Naturalist dalm bekerja,” tambahnya. (dni)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *