Ketua CSSMoRA Nasional Serukan Anggota Tak Terprovokasi Propaganda 4 November

Bandung – Beredarnya isu-isu penistaan agama yang bertebaran di berbagai media mengakibatkan masyarakat, terutama mahasiswa yang tidak sedikit terprovokasi untuk ikut-ikutan menghujat tanpa mengetahui kronologi atau fakta yang sebenarnya.

 

Untuk itu, Ketua CSSMoRA Nasional Muhammad Zidni Nafi’ menyerukan seluruh anggota CSSMoRA se-Indonesia untuk memahami secara bijak, berpikir jernih, objektif dan strategis tentang kesimpangsiuran isu yang beredar.

 

“Memahami masalah itu bukan dengan marah-marah, tapi sebagai insan berpendidikan tentu haruslah mengedepankan ilmu dan akhlak,” seru Zidni, Rabu (2/11).

 

Apalagi menyikapi gerakan 4 November yang ramai dipropagandakan kelompok tertentu, Ketua CSSMoRA Nasional menilai unjuk rasa memang hak setiap warga di negara demokrasi, namun apabila aksi yang mengatasnamakan membela Islam itu dilakukan dengan kemunkaran, menghina dan menghujat sana sini, berarti sama saja merusak wajah Islam itu sendiri.

 

“Islam senantiasa mulia, meskipun dihina dengan cara apapun. Jika hari ini ada yang menghina Islam, jangan-jangan kita lupa kisah tentang hinaan dan caci maki kuffar yang dilontarkan kepada Rasulullah dahulu, apakah Rasul demo, marah dan membalas dendam? Untung Rasul itu bukan orang yang berislam seperti kita,” papar Zidni, mahasiswa UIN Bandung.

 

Ia menambahkan masalah yang dianggap penistaan agama biarlah diurus oleh pihak berwenang. Umat saat ini bisa membela Islam dengan meningkatkan ketaatan ibadah, solidaritas sosial dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

 

“Jangan sampai hari ini kita sangat lantang membela agama, tapi tanpa disadari perlahan-lahan malah merusak agama,” imbaunya. (Kominfo) 

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *