KEMBALI TINGKATKAN PRESTASI, ANGGOTA CSSMoRA MENJADI DELEGASI GLOBAL GOALS MODEL UNITED NATIONS 2018

Prestasi luar biasa ini diraih oleh dua  anggota CSSMoRA. Mereka adalah Nida Dusturiyah dan Fatimah Azzahra. Keduanya terpilih menjadi delegasi Global Goals Model United Nations 2018.

Acara yang diselenggarakan selama 4 hari (13 – 16/04) di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia tersebut dihadiri oleh seribu delegasi yang berasal lebih dari 30 negara. Dalam event tersebut terdapat council-council yang membahas isu mengenai 17 sustainable development goals yang kemudian memberi pengetahuan  mendalam kepada para delegasi serta berbagi ide dalam setiap titik sustainable development goals sehingga diharapkan setiap peserta dapat meningkatkan komunikasi. Terdapat pula rangkaian acara International Youth Symposium dan International Grand Symposium yang mendatangkan para speaker ahli dalam masing-masing goals.

Fatimah Azzahra, akrab disapa Ira, merupakan mahasiswi Universitas Gadjah Mada jurusan akuntansi angkatan 2015 mengaku bangga menjadi bagian dari Global Goals Model United Nations 2018, karena dapat terlibat dalam pencarian solusi atas masalah-masalah yang ada saat ini.

“Global Goals Model United Nations ini memiliki rasa kekeluargaan yang lebih ada dibandingkan dengan kegiatan- kegiatan yang pernah saya ikuti.Semoga kita dapat memberikan solusi yang tepat untuk mewujudkan 17 goals yang ada pada Global Goals Model United Nations ini, dan semoga terjadi peningkatan kesadaran terhadap problem-problem yang ada saat i

 

ni. Everyone can do make different,”pungkas Ira,alumni Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone Sulawesi Selatan.

Begitu pula dengan Nida Dusturiyah yang merupakan anggota CSSMoRA IPB angkatan 2017 ,yang menurutnya bergabung dalam event ini adalah kesempatan yang baik untuk menambah wawasan serta pengalaman .Terlebih lagi event ini mengangkat tema yang dicanangkan oleh PBB tentang 17 sustainable development goals yang sedang hangat dibahas saat ini.

“Jangan takut untuk mencoba hal-hal yang baru,if you’ve experienced once you’ll be a professional.Belajar tak hanya melulu dikampus,melalui event seperti ini diharapkan kita bisa lebih peka terhadap isu-isu internasional dan membawa perubahan bagi dunia. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ungkap lulusan Pesantren Nurul Ummah Mojokerto itu.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *