KEGEMBIRAAN RAMADHAN DAN EDUKASI PENGABDIAN

 

Oleh: Annas Rolli Muchlisin

Bulan Suci Ramadhan kembali menemui kita di tahun ini. Semua muslim merasa gembira akan kehadirannya, baik karena alasan teologis, ekonomis, maupun politis. Alasan teologis dengan jelas menyatakan bahwa amal ibadah orang yang berpuasa akan dilipatgandakan. Terlebih pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang diyakini lebih baik daripada seribu bulan, yakni malam lailatul qadr. Alasan inilah yang telah mendorong jutaan miliar kaum muslim di seluruh penjuru dunia untuk berpuasa.

Kegembiraan ekonomis lebih dirasakan oleh jamaah mahasiswa. Ramadhan dengan segala pernak-pernik takjilnya telah menyulap dunia gelap mahasiswa menjadi terang benderang. Tak ada uang tak menjadi masalah karena setiap mesjid menawarkan menu takjil yang – bagi mahasiswa – sangatlah nikmat, heee.

FB_IMG_1496357957952

Ada fenomena lain di setiap Ramadhan tiba. Alasan/kegembiraan politis juga begitu kentara. Banyak ustadz-ustadz seleb maupun politisi terus bermunculan tuk mengambil momentum Ramadhan dalam mendulang dukungan dan menaikkan ranking popularitas. Untungnya, para kiai kita saat ini juga telah memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menyebarkan content ceramah mereka. Hitung-hitung sebagai counter-ballance bagi fenomena di atas.

FB_IMG_1496357963880

Terlepas dari berbagai alasan dan kegembiraan di atas, CSSMoRA sebagai organisasi mahasantri PBSB sudah seharusnya menjadikan Ramadhan sebagai wadah edukasi pengabdian. Pengabdian tidak akan dapat maksimal apabila tidak dilatih dari sekarang, bukan? Mengutip pernyataan Anis Baswedan bahwa hidup pasca kuliah bagaikan berenang di lautan luas. Anda punya pilihan, mau langsung terjun ke laut bebas dengan risikonya yang sangat besar atau mau belajar berenang terlebih dahulu di kolam renang yang kedalaman dan arusnya terukur?

CSSMoRA melalui program Posko Mudik Lebaran mengajak semua anggota untuk bersama-sama belajar “berenang dulu di kolam renang” sebelum kita kembali ke pesantren dan masyarakat untuk mengabdi. Percayalah bahwa pengalaman yang didapat dari Posko Mudik akan sangat berharga suatu saat kelak. Terlebih kita akan mendapat kegembiraan-kegembiraan di atas (kecuali kegembiraan politis yaa) dan kegembiraan silaturahim karena dapat bercengkrama dengan sesama anggota CSSMoRA dari PTN/PT yang berbeda. Bayangkan betapa bahagianya kita saat mampu membantu para pemudik dan dalam waktu yang bersamaan dapat bersilaturahim dengan sesama CSSMoRA dari PTN lain. Ramadhan tahun ini akan terasa berbeda.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *