Jomblo Happy..

Kata ‘jomblo’ mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Apalagi untuk para remaja saat ini. Ungkapan ini biasa disematkan untuk siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan yang belum memiliki pasangan (baca: pacar atau istri). Dan jika kita merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, tak akan kita temukan kata ‘jomblo’ di sana. Justru yang ada adalah kata ‘jomlo’ yang berasal dari bahasa Sunda dan berarti pria atau wanita berumur yang belum menikah (bahasa singkatnya ‘perawan tua’ atau ‘bujang lapuk). Entah siapa yang mempopulerkan pertama kali ungkapan ini, hingga maknanya menjadi luas dan marak digunakan remaja sekarang sebagai bahasa gaul mereka.
Ungkapan ‘jomblo’ yang disematkan kepada diri seorang pemuda/i biasanya dirasakan bermakna negatif dan menjadi aib bagi dirinya. Tak sedikit dari mereka yang sedih bahkan malu jika dirinya disebut ‘jomblo’. Bahkan dunia per-ikhwanan dan per-akhwatan tak lepas dari hal ini. Lalu bagaimana ‘jomblo’ dalam kacamata Islam?
Dalam Islam, ‘jomblo’ bukanlah hal yang harus dipusingkan keberadaanya. Ungkapan itu ada, hanya sebagai bagian dari penamaan saja. Justru seorang ‘jomblo’ dalam Islam itu mulia. Bukankah Rasulullah telah menyebutkan, salah satu golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya adalah para jomblo (pemuda) yang terbentuk dalam peribadatan kepada Allah?. Maka berbanggalah jomblowers, karena jomblo memang bukan sebuah aib maupun dosa, tapi ia adalah keadaan untuk mendulang pahala. Oleh karena itu, janganlah berputus asa, karena jodoh sudah di tangan yang Maha kuasa. Nah, sekarang pertanyaannya, apakah Anda mau menjadi ‘jomblo’ yang mulia dan selalu bahagia hingga berjodoh dengan jodoh terbaik di hari yang dinanti? Jika ‘ya’ jawaban Anda, maka tak ada salahnya Anda mengikuti beberapa tips di bawah ini untuk menjadi ‘jomblo’ yang berkualitas dan senantiasa berbahagia dunia dan akhirat.

1.Manfaatkan waktu ‘jomblo’mu sebelum datang waktu bersua dengan jodohmu.

Waktu adalah salah satu nikmat Allah Swt yang banyak manusia lalai dan tertipu dengannya. Maka tidaklah heran jika allah sampai bersumpah dengan waktu di dalam surat al-Ashr. Bahkan Rasulullah pun telah mewanti-wanti kita sebagai umatnya agar jangan tertipu dengan waktu, terutama waktu luang yang kita miliki. Beliau bersabda dalam hadits riwayat al-Bukhari, “ada dua nikmat yang manusia tertipu dengannya, (yaitu) nikmat sehat dan nikmat waktu luang.”
‘Jomblo’-pun tak lepas dari perintah dan peringatan Allah dan Rasul-Nya yang agung. Karena waktu bak pedang, yang jika salah digunakan maka waktu itu akan berbalik menyerang. Tapi sayang seribu sayang, banyak dari para jomblowers yang memanfaatkan waktu ‘jomblo’nya dengan perbuatan sia-sia dan penuh hura-hura. Padahal, setiap detik waktu ‘jomblo’ yang digunakan, sangat menentukan jodoh yang akan duduk bersama di pelaminan. Dan menentukan pasangan yang penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, waktu ‘jomblo’mu manfaatkan, niscaya jodohmu menjadi seperti yang kau inginkan.
Caranya, manfaatkan waktu ‘jomblo’mu dengan amal kebaikan. Mulai dari berbagi makanan hingga ikut kajian. Jangan jadi seperti orang kafir yang ada di Neraka Hawiyah, yang baca Qur’an tak pernah, shalat-pun demikian, pasti jauh dari hidayah. Tapi ingat, semua amal harus diikhlaskan, niscaya jodoh terbaik yang diinginkan segera Allah kirimkan.

2. Jauhilah maksiat, niscaya jodoh terbaik akan mendekat.

Maksiat adalah modal awal pemutus nikmat. Siapa saja yang bermaksiat, maka Allah akan menjauhkan darinya nikmat. Jodoh yang Allah berikan juga termasuk nikmat. Jika dimulai dengan maksiat, bagaimana bisa nikmat didapat?.
Contoh maksiat yang ‘jomblo’ lakukan adalah dengan “Pacaran”. Mengenal calon pasangan dengan hubungan yang belum dihalalkan. Biasanya dimulai dari pandangan, lalu turun ke perasaan, setelah itu janji ketemuan. Ketika saling berjauhan, HP tak lekang dari SMS-an/Whatsapp dan telpon-telponan. Ketika akan bertemu tak lupa untuk berdandan. Dan ketika bertemu, saling melempar senyuman. Ketika berdekatan, wajah menunduk, tangan berpegangan. Nah, jika hati sudah bertautan, kemaluan bisa jadi saksi cinta yang diharamkan. Kalau sudah begitu, setan tertawa bahagia karena punya teman, dan jodoh terbaik tinggal angan-angan.
Bagaimana jika sudah terlanjur melakukan?. Bertaubatlah dengan taubat yang sebenarnya, serta bertekad untuk tak lagi melakukan dosa yang sama. Putuskanlah hubungan, yakinlah Allah akan memberikan sebaik-baik jalan. Ketahuilah!!, Allah itu Maha pengampun lagi Maha penerima taubat, maka jangan kau dekati lagi maksiat, karena penyesalan selalu datang terlambat sedangkan taubat tak kenal kata terlambat. “Sekarang”, ya sekaranglah waktunya untukmu menempuh jalan yang terang benderang, jalan yang penuh cahaya Ilahi bukan cahaya dunia yang remang-remang.

3. Berbaktilah pada orangtua, Ridha Allah terdapat pada Ridha keduanya.

Berbakti pada orangtua adalah kewajiban. Baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Tak peduli orangtua masih ada maupun tiada, berbakti pada keduanya tetaplah kewajiban. Karena “birrul walidain” adalah kewajiban yang diliputi banyak keutamaan.
Keutamaan “birrul walidain” yang pertama adalah salah satu faktor keluar dari kesulitan. Seperti yang Rasulullah SAW pernah ceritakan, tentang tiga pemuda yang terjebak di dalam gua yang tertutup reruntuhan. Salah seorang pemuda bertawassul dengan amal shalih berupa baktinya pada orangtua, hingga akhirnya semuanya keluar setelah Allah perkenankan. Lihatlah!, kesulitan terjebak reruntuhan saja terselamatkan, apalagi kesulitan jodoh yang jadi bulan-bulanan.
Keutamaan “birrul walidain” yang kedua adalah mendapatkan keridhaan dari Allah. Nah, kalau Allah sudah ridha, apa sih yang tidak bisa dilakukan-Nya?. Rasulullah SAW telah bersabda, dalam hadits riwayat at-Tirmidzi, “Ridha Allah terdapat pada ridha orangtua, dan murka Allah terdapat pada murka orangtua.”

4. Perbanyaklah puasa, tameng dari godaan syahwat yang luar biasa.

“Ash-Shiyamu junnah”, merupakan sabda Rasulullah SAW. Artinya, puasa itu perisai, perisai dari godaan syahwat yang lihai. Barangsiapa yang tidak bisa mengendalikan syahwat, maka dia dalam keadaan gawat darurat. Bukan hanya dosa yang didapat, akan tetapi Neraka yang mendekat. Sebaliknya, jika bisa mengendalikan syahwat yang mendera, Surga jaminannya. Hal ini ada dalam hadits Nabi riwayat al-Bukhari, yang berbunyi, “Barangsiapa yang bisa menjamin (menjaga) untukku apa yang ada di kedua rahangnya (lisan) dan di kedua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya Surga.”
Bagi para ‘jomblo’ yang syahwatnya tak tertahan, maka jangan dibiarkan, nikah adalah jalan keluar yang sah. Sedangkan puasa adalah senjata ampuh untuk membuat syahwat luluh. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang telah memiliki ‘ba-ah’ maka menikahlah dan jika belum mampu, berpuasalah, karena ia (puasa) adalah wijaa’ (perisai).” Ba’ah adalah bekal nikah berupa mahar dan nafkah, ada pula ulama yang mengartikannya kemampuan bersetubuh. Terlepas dari itu jika seorang ‘jomblo’ telah mampu, maka apalagi yang ditunggu?, karena setan selalu menggoda tanpa kita tahu.

5. Perbanyaklah sedekah, maka ‘jomblo’ tak lagi masalah.

Sedekah merupakan jalan keluar yang penuh berkah. Banyak masalah yang selesai karena sedekah. Hal ini karena sedekah merupakan pintu pembuka berkah. Mulai dari rizki yang menjadi mudah, hingga memperoleh cinta dari manusia bahkan dari Allah. Allah-pun berfirman dalam kitab-Nya, artinya,“(Allah) menghapus riba dan menyuburkan sedekah”. Itulah janji Allah yang tidak dapat diragukan kebenarannya. Oleh karena itu, bersedekahlah!, niscaya jodoh tak lagi masalah.

6. Bertemanlah dengan orang shalih, agar keberkahan selalu diperoleh.

Teman dalam Islam adalah indikator agama. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Seseorang itu tergantung atas agama temannya, maka lihatlah saja temannya beragama.” (HR. Abu Daud)
Teman yang baik itu bak minyak wangi, yang selalu memberi kebaikan sepanjang hari. Jika tidak dapat minyak wangi, minimal terpapar harumnya yang mewangi. Sedangkan teman yang buruk itu bak tukang besi, yang selalu dekat dengan api. Jika bajumu tak ikut terbakar, minimal bajumu bau hangus kayu bakar.
Berapa banyak orang yang terpuruk karena teman yang buruk. Senang berhura-hura tak ingat kapan datang ajalnya. Waktu digunakan dengan sia-sia, shalat dilupakan, apalagi membaca Al-Qur’an. Berteman tapi sepi dari nasihat, tentu akan lupa dengan akhirat
Teman seperti ini jauhi, karena tak membawa kebaikan pada diri. Pribadi jadi jauh dari agama, bagaimana bisa dapat Surga. Carilah teman yang baik, karena ia akan selalu menuntunmu dengan baik. Mereka tidak akan ditemukan di klub malam atau di jalan-jalan, tapi akan kau temukan ia di tempat-tempat kajian. Siapa tahu temanmu yang baik punya adik, yang sudah Allah SWT takdirkan sebagai jodohmu yang terbaik.

7. Perbanyaklah doa kepada Allah SWT, senjata muslim yang ampuh.

Tak ada yang dapat menolak qadha melainkan doa. Senjata muslim terhebat untuk mendapatkan sesuatu yang sangat ingin didapat. Segala hajat bisa terkabul asalkan doanya hanya kepada Allah Maha pengabul. Allah benci terhadap orang yang enggan berdoa, karena menandakan sombong dengan apa yang dipunya. Padahal semua hanya milik Allah SWT dan pasti akan kembali pada-Nya. Sebaliknya, Allah akan senang dengan hamba yang berdoa, sehingga tak mungkin membalasnya dengan sia-sia.
Jodoh itu hal kecil bagi Allah, karena Dia-lah yang mengatur jodoh. Mintalah hanya kepada-Nya yang terbaik di sisi-Nya, bukan yang menurutmu baik di sisimu, karena belum tentu terbaik menurutmu baik bagi-Nya dan terburuk menurutmu buruk bagi-Nya. Sudah bukan zamannya lagi cinta ditolak dukun bertindak, karena dukunlah yang harusnya ditindak. Dan hanya kepada Allah SWT sajalah kita berserah diri, karena itu adalah ciri dari hamba yang tahu diri.
Dan akhirnya, inilah jalan yang dapat ditempuh bagi para ‘jomblo’ khususnya, dan para pembaca pada umumnya, yang ingin menjadi bahagia dan mulia, tidak hanya di mata manusia, tapi juga di mata Allah semata. Wallahu a’lam bishshawwab.

*Mushawwir, Santri Single until Halal

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *