ISTIMEWANYA HARI KARTINI DI CSSMoRA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

BANDUNG – Dalam rangka mengenang jasa Kartini, CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyambut meriah akan hari istimewa ini. Di bawah kendali Princess CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yakni sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), maka diadakan beberapa rangkaian acara untuk memperingati hari istimewa sekaligus ulang tahun R. A. Kartini ini.

Pada hari pertama (21/04) diadakan lomba Blind Make-up alias make-up buta, perlombaan ini diikuti oleh dua pasang delegasi dari setiap angkatan di CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jenis perlombaan ini menampilkan dua orang, satu orang perias dan satu orang artist make-up. Perlombaan ini dilakukan dengan cara menutup mata sang perias dan artis make-up tidak diperkenankan untuk melihat cermin, ia hanya diperkenankan untuk menunjukkan atau mengarahkan alat make-up mana yang akan dipergunakan. Waktu yang diberikan ialah 30 menit dan dalam waktu setengah jam itu para peserta diharuskan bisa merapikan riasan para artis make-up dengan mata tertutup, mulai dari merias wajahnya hingga model jilbab yang akan dikenakan. Model jilbab yang dikenakan pun harus jilbab yang manual, artinya bukanlah jilbab yang praktis seperti pashmina instan.

Pada hari kedua (22/04), yakni acara puncak pemilihan Duta Kartini CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sebelum pemilihan duta Kartini, diadakan talkshow dengan tema “Kiprah Muslimah Di Era Millenial” yang diisi oleh Dra. Yeni Hurani, M. Hum., dan Dr. Rifki Rosyad, M. A., selaku pengisi materi. Dalam talkshow tersebut disampaikan “bahwa kesempatan bagi perempuan di era millenial ini sudah begitu luas dan terbuka lebar. Apapun sudah dapat dilakukan oleh perempuan tanpa ada batasan yang begitu mengikat. Maka manfaatkanlah hal tersebut dengan sebaik-baiknya namun tanpa melupakan kodratnya selayaknya perempuan juga” ujar Dr. Rifki Rosyad, M. A.,

Usai talkshow, acara pun dilanjutkan dengan Pemilihan Duta Kartini. Acara ini telah berlangsung semenjak beberapa hari sebelumnya. Pemilihan Duta Kartini diawali dengan pemilihan dua orang delegasi Duta Kartini yang disepakati oleh setiap angkatan. Melaju ke tahap berikutnya, yakni dengan penyebaran foto melalui media sosial termasuk Instagram LSO Princess dengan memberikan like untuk setiap foto calon duta. Jumlah like instagram pun menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan Duta Kartini nantinya.

Bertempat di Aula Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada hari puncak (22/04), pemilihan Duta Kartini diawali dengan fashion show dari setiap calon duta, kemudian berlanjut dengan show talent yang begitu menarik dan unik dari masihng-masing calon duta; berupa show permainan kecapi, puisi, mendongeng, tari selendang, story telling, dan menyanyi. Tidak terhenti di situ saja, para calon Duta Kartini juga diberikan tes wawasan dengan memberikan beberapa pertanyaan dari dewan juri, serta uji pengetahuan mengenai bumbu masak yang hanya ditebak aromanya melalui penciuman dengan mata tertutup.

Setelah melangkahi tahapan-tahapan tersebut, terpilihlah Rahma Syahida sebagai penerima mahkota Duta Kartini CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2018 yang disematkan oleh Rohana selaku Duta Kartini sebelumnya.(Indah)

 

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *