Indonesia Punya Kekhasan Rayakan Festival Idul Fitri

Solo – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam agenda ceramah ilmiah ‘Membumikan Ilmu Falak di Indonesia” mengisyaratkan adanya kesamaan penetapan waktu-waktu ibadah antara pemerintah dan Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah ataupun Persis. Ceramah ilmiah yang diusung oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) melalui Workshop Pimpinan Lembaga Pendidikan Keagamaan disampaikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Solo.

Lukman Hakim yang dinilai sukses menyamakan ketetapan awal puasa Ramadhan tahun ini, berharap kembali menyamakan ketetapan pemerintah dengan Ormas Islam dalam penetapan awal bulan Syawal dan penghitungan waktu-waktu ritual umat muslim Indonesia selanjutnya.

“Yang tidak kalah pentingnya terkait dengan harapan masyarakat muslim Indonesia, bagaimana kita sebagai umat Islam terbesar di dunia bisa menyikapi dengan bijak dan arif tentang penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan Zulhijjah terkait dengan Idul Adha,” tutur Menag, Solo, Senin (06/07).

Suksesi ini tidak lepas dari agenda silaturrahmi Menag dengan ormas-ormas Islam selama ini. Agenda silaturrahmi seorang menteri alumni Pesantren Gontor ini sungguh menjadi upaya positif, dikarenakan Ormas Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam penetapan penanggalan tahun Hijriyah.

Meskipun ini merupakan tugas yang sangat berat, namun Menag berharap masyarakat muslim Indonesia bersedia bersama-sama mendukung itikad baik ini demi kemaslahatan bersama. Dikarenakan di Indonesia hal ini bukan hanya persoalan ibadah saja, tapi juga dikarenakan Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dalam tradisi Ramadhan dan hari-hari raya seperti Lebaran dan Idul Adha.

“Persoalan penetapan ini tidak hanya persoalan ibadah khusus saja, tapi ini adalah persoalan sosial yang besar. Festival yang terkait dengan Idul Fitri Indonesia punya kekhasan yang tidak ditemukan di negara-negara lain,” tegasnya. (ditpdpontren.kemenag.go.id)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *