INDONESIA BERSIH DARI TERORISME

Oleh: Riri Widyaningsih*

Pada hari Ahad (02/04), CSSMoRa Nasional bekerja sama dengan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan sebuah kegiatan seminar bedah buku yang bertemakan “Indonesia dalam Ancaman Radikalisme”. Kegiatan ini digelar di Tetrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, yang dinarasumberi oleh salah satu Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Prof. DR. H. Muhammad Chirzin M.Ag dan hadiri oleh kurang lebih 60 partisipan.

 

Buku yang menjadi rujukan utama dalam kegiatan tersebut adalah karya Ansyaad Mbai, Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Buku dengan judul  “Dinamika Baru Jejaring Teror di Indonesia dan Keterkaitannya dengan Gerakan Radikalisme Transnasional”, merupakan buku perdana yang membahas mengenai bagaimana perkembangan terorisme di Indonesia.

 

Rundown acara dibagi menjadi tiga sesi. Diawali dengan registrasi ulang jam 08.00 WIB, dilanjutkan dengan runtutan sesi pembukaan dari jam 08.00-09.00 WIB, dan sesi yang ketiga adalah acara inti, yaitu bedah buku.

“Ada asap pasti ada api” menjadi salah satu perumpamaan hukum kausalitas terhadap semua tindakan yang buruk seperti terorisme, radikalisme, dan lain sebagainya, yang pasti muncul disebabkan adanya hal yang melatar belakanginya. Begitu lah salah satu paparan yang disampaikan oleh ketua FKUB Yogyakarta seaku narasumber. Tidak itu saja, Pro. Muhammad juga mengatakan, adanya dalang dari tindakan teror bisa disebabkan  oleh dua faktor. Faktor internal dan eksternal. Faktor internal (dari diri pelaku itu sendiri) muncul karena adanya miss conseption dalam memahami agama. Sedangkan faktor eksternal (dari luar) dikarenakan adanya dorongan berupa doktrin pemikiran mengenai “jihad”, adanya paksaan, atau dukungan dari lingkungan sekitar.

 

Selain memaparkan latar belakang terjadinya dan perkembangan terorisme radikalisme di Indonesia, beliau juga memberikan solusi atau peran yang dapat dilakukan bagi seorang mahasiswa dalam menanggapi kejahatan tersebut. Seperti memulai hal yang baik dari diri sendiri dengan cara tidak mudah percaya kepada orang yang mengajak untuk mengikuti suatu kegiatan atau organisasi, dan mencari sumber agama yang  terpercaya.

 

Memilih tema terorisme sebagi pokok pembicaraan dalam kegiatan bedah buku kali ini yang sebenarnya memang tidak akan habis-habisnya, dan selalu terikat dengan perdebatan, diharapkan dapat menjawab segala bentuk pertanyaan dan kegelisahan masyarakat mengenai opini dan kabar burung akan terorisme.

 

*penulis adalah anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Angkatan 2016

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *