Duga Posko Terorisme, BNPT Adakan Workshop di NTB

Menduga ada skenario NTB dijadikan posko kedua terorisme, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) adakan Workshop anti terorisme di NTB. Workshop yang diikuti 50 aktivis muda dari berbagai daerah ini, menitikberatkan kepada penguatan toleransi dan penanggulangan terorisme melalui media sosial.

Rabu, 09 September 2015, workshop dibuka dengan brain storming mengenai “social media in peace” yang seharusnya berkembang di masyarakat. BNPT mencoba membenahi aksi hujat ataupun saling teror yang kian memanas di dunia maya. Untuk mengoptimalkan gerakannya, BNPT mengundang 50 aktivis-aktivis muda dari berbagai latar belakang dan daerah. Para pemuda ini akan diajak untuk bertukar pikiran membuka terobosan-terobosan baru guna merangkul para pelaku terorisme dengan lembut.

Pembukaan Workshop ini diawali dengan sambutan oleh Kapolda Nusa Tenggara Barat, Brigjen Pol Srijono yang menyampaikan bahwa wilayah NTB termasuk dalam kategori merah. “Sebagian besar masyarakat menjadi korban radikalisme, karena NTB merupakan daerah yang masih sangat hijau sehingga menjadi sasaran strategis penyebaran paham radikalisme, terutama melalui media sosial,” ungkapnya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para santri dan aktivis media sosial dapat menerapkan pendekatan CVE melalui pemanfaatan media sosial dalam rangka penguatan toleransi, penanggulangan radikalisme dan terorisme di daerah,” jelas Direktur Kerjasama Regional Multilateral BNPT, Herry Sudrajat.

Acara yang berlangsung pada 09-11 September 2015 ini diadakan di Golden Palace Hotel, Lombok, NTB. Workshop dirancang dengan metode diskusi kelompok dengan Narasumber dari para penggerak Islam Damai di berbagai institusi dan lembaga. (Red: Haydar)

 

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *