Dubes Inggris Tawarkan Beasiswa bagi ‘Santri Toleran’

JAKARTA – Dua syarat agar diterima studi lanjut S2 di negara Inggris adalah tetap menjaga keislaman yangrahmatan lil ‘alamin, Islam toleran, dan membuat persahabatan yang luas di luar negeri. Demikain dikatakan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik ketika mengunjungi Pondok Pesantren Edi Mancoro di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (24/2/2016) lalu.

Inggris, lanjut Moazzam yang baru bertugas 16 bulan ini, menawarkan pendidikan yang berkualitas, tetapi dengan biaya yang terjangkau. Pihaknya mempersilahkan siapa pun mahasiswa Indonesia menimba ilmu di perguruan tinggi yang ada di Inggris.

“Salah satu tugasnya di Indonesia adalah menciptakan kemitraan antara lembaga-lembaga muslim di Indonesia dengan lembaga muslim di Inggris. Populasi muslim di Inggris saat ini mencapai 3 juta jiwa atau 5 persen dari jumlah penduduk Inggris. Sehingga, ke depan, peluang para pelajar Indonesia untuk belajar di Inggris makin terbuka,” cetusnya menyemangati santri asuhan KH. Mahfudz Ridwan, Lc ini sebagaimana dituturkan kompas.com.

Oleh karena itu, lanjutnya, santri dituntut untuk kerja keras. Belajar bahasa Inggris yang kuat, karena hal itu akan membuka kesempatan yang luas.

Ketertarikan Moazzam berkunjung ke daerah-daerah terutama di pondok pesantren dikarenakan tempat ini adalah tempatnya para pemuda generasi penerus bangsa.

“Dengan berdialog dan mendengarkan pendapat dari generasi muda, maka akan mengetahui masa depan suatu negara ke depan. Harapan saya agar para pemuda ini lebih dewasa, lebih pintar, bekerja keras untuk mendukung perkembangan Indonesia,” tegasnya. (pendidikanislam.id)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *