Degradasi Mutu Keilmuan Umat Islam

Oleh: Egi Agustian*

Pernahkah anda berpikir, bagaimana cara ilmuwan Islam dulu dapat banyak membuat karya-karya yang luar biasa ? Bahkan mereka dapat menguasai beberapa cabang ilmu seperti Ibnu Sina yang terkenal sebagai pakar kedokteran dan ternyata Ia juga menguasai cabang ilmu lainnya seperti Sains, Sastra, Filsafat dan Ilmu kalam dengan kurang lebih 450 karya tulisnya, Al- Khawarizmi yang terkenal sebagai ahli Matematika hingga dijuluki Bapak Aljabar, ternyata mengusai ilmu lainnya seperti Astronomi, Geografi, sejarah dan masih banyak ilmuwan Islam terdahulu yang sangat luar biasa hebatnya[1]. Kedua contoh Ilmuan Islam tersebut membuktikan bahwa Islam yang memegang tonggak peradaban dunia dalam segala bidang pada saat itu.

Lain dulu lain sekarang, tidak dapat dipungkiri semakin majunya teknologi umat Islam bukannya mengalami kemajuan yang pesat tetapi umat Islam kini jauh tertinggal oleh orang–orang kafir hingga kejayaan Islam dulu seakan hanya sebagai dongeng belaka. Hal tersebut disebabkan bukan karena melemahnya kecerdasaan umat Islam atau sedikitnya jumlah umat Islam, akan tetapi kini kita terlalu dimanjakan oleh fasilitas–fasilitas yang disediakan oleh orang–orang kafir hingga membuat kita lupa bahwa kita sebagai umat Islam sedang dijajah. Keberadaan kita di zona nyaman ini membuat kita semakin ketinggalan baik dari bidang sains dan teknologi maupun bidang sosial, penyebab kemunduran lainnya disebabkan oleh pola pikir kita yang selalu memperdebatkan masalah perbedaan tradisi umat Islam seperti memperdebatkan masalah tahlilan, ziarah kubur, perayaan maulid nabi dan lain-lain. Umat Islam kini selalu berputar dalam permasalahan tersebut, padahal orang-orang non-muslim sudah menemukan berbagai macam teknologi baru. Lalu, sampaikan kita sebagai umat Islam akan terus tertinggal. Umat Islam perlu merubah cara pandang di era modern ini dimulai dengan menanamkan kepada generasi penerus, agar tidak hanya menguasai ilmu agama saja tetapi perlu juga menguasai minimal satu cabang ilmu umum baik itu sains maupun sosial, pun tidak hanya menguasai ilmu umum saja tetapi agamanya lemah namun keduanya harus seimbang, agar kita dapat bersaing dengan orang-orang kafir.

Penulis pun teringat dengan perkataan pendeta Belanda dr. Snouck Hurgronje “umat Islam adalah singa yang sedang tertidur”. Perkataan tersebut menggambarkan ketakutan orang kafir jika umat Islam terbangun dari tidurnya, oleh sebab itu mereka menjajah mental orang islam melalui gaya hidup seperti doktrin hedonisme kepada umat Islam yang menyebabkan umat Islam bersifat konsumtif dan lupa untuk ber inovasi. Ketidaksadaran umat Islam ini dimanfaatkan oleh orang kafir untuk menguasai segala bidang diantaranya bidang ekonomi, politik, sains, dan lain – lain.

Tulisan ini merupakan salah satu bentuk refleksi kita sebagai umat Islam, agar kita sadar bahwa secara perlahan kita kalah telak oleh orang kafir, penulis berharap tulisan singkat ini dapat menyadarkan kita sebagai umat muslim, bahwa kita merupakan umat yang sangat kuat. Jika kita sadar akan potensi kita maka umat Islam akan kembali menguasai berbagai macam bidang terkhusus dalam bidang perkembangan ilmu sains, sebagaimana Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia seperti di andalusia dan di Baghdad dulu.

[1] www.wikipedia.org

*penulis adalah anggota aktif CSSMoRA UIN Maulana Malik Ibrahim 2015 jurusan Perbankan Syari’ah

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *