CSSMoRA UGM Adakan Peringatan Isra’ Mi’raj dengan Bedah Kitab Kuning Qishotul Mi’raj

Yogyakarta,- CSSMoRA. Senin isra miraj_170425_0008(24/4) kemarin merupakan hari Peringatan Isra’ Mi’raj bagi umat muslim seluruh dunia. Pemerintah pun menjadikan hari tersebut libur nasional untuk menghormati kisah perjalanan istimewa Nabi Muhammad SAW. Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut, CSSMoRA UGM mengadakan kajian bedah kitab kuning Qishotul Mi’raj dengan tema “Hari Istimewa, Awal Mula Tiang Agama” yang bertempat di Sekretariat CSSMoRA UGM.

Acara tersebut dihadiri oleh semua anggota CSSMoRA UGM dengan mengundang KH Syaiful Azhari dari PP Al Iman sebagai pembicara sekaligus pembedah kitab kuning. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al Qur’an, acara tersebut berjalan lancar hingga penghujung acara. Panitia juga mengundang keluarga CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga untuk turut menghadiri acara tersebut.

Dalam bedah kitab tersebut, KH Syaiful Azhari menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj adalah sebuah perjalanan istimewa Nabi Muhammad SAW menuju kejernihan hati melalui perjalanan lahir dan bathin, fisik maupun hatinya. Hal tersebut dibuktikan dalam perjalanannya tersebut, Nabi bertemu dengan para Nabi terdahulu dan dibelah dadanya oleh malaikat untuk diberishkan hatinya. Allah memberikan perjalanan tersebut setelah Rosulullah mendapatka cobaan yang luar biasa hebatnya yaitu wafatnya istri tercinta beliau, Siti Khodijah dan pamannya Abu Tholib yang senantiasa mendukung perjalanan dakwah beliau. Hal itu bertanda bahwa Allah SWT menghibur kekasihnya tersebut melalui perjalanan istimewa yang kita kenal sebagai Isra’ Mi’raj.

K.H Saiful Azhari juga mengingatkan agar tidak hanya mengejar persoalan dunia. Bahwa jika kita berada pada posisi puncak ketidakmampuan, bersabarlah dan percayalah Allah SWT akan memberikan pertolongan melalui kekuasaannya. Hal ini menunjukkan hikamah kepada kita semua, bahwasannya setiap manusia memiliki keterbatasan akal pikiran maupun hatinya, sehingga setiap manusia pasti membutuhkan rohmat dari Allah. Meskipun kisah Isra’ Mi’raj ini di luar logika manusia, namun inilah yang menunjukkan keagungan Allah SWT.

Tak hanya cukup dengan kajian kitab kuning, setlah ISHOMA acara dilanjutkan dengan perlombaan cerdas cermat dan blind make up untuk meramaikan dan mempererat kekeluargaan antar anggota. Cerdas cermat dibagi menjadi 3 sesi dengan satu tim berisikan dua orang pemain. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan Blind Make Up, yaitu setiap tim harus saling merias salah satunya dengan kondisi mata tertutup. Acara yang dimulai dari pukul 10.00 WIB tersebut berakhir pukul 15.30 dengan pemberian hadiah bagi pemenang perlombaan sebagai penutup. (KA)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *