Cinta Budaya, 2 Anggota CSSMoRA Surya University Jadi Founder Kampoeng Hompimpa

Tangerang – Kecintaannya terhadap budaya terutama permainan tradisional membuat Miftah dan Muslih bersikeras membangun sebuah komunitas Kampoeng Hompimpa. Muhammad Miftah dan Akhmad Muslih adalah mahasiswa Universitas Surya yang ingin melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional di tengah-tengah maraknya era digital yang mulai menggerus pemahaman permainan tradisional di kalangan anak muda. Ide ini diawali dari kepedulian terhadap keadaan anak-anak jaman sekarang yang kurang berinteraksi sosial karena penggunaan gadget yang tidak tepat guna, Miftah dan Muslih mendirikan komunitas Kampoeng Hompimpa untuk menjadikan anak-anak jaman sekarang lebih aktif, interaktif dan meningkatkan kemampuan kognitif.

Bersama temannya bernama Marcel, Muslih dan Miftah mendirikan Kampoeng Hompimpa yaitu sebuah komunitas atau gerakan sosial-budaya dan pendidikan melalui pelestarian permainan tradisional Indonesia dan menggunakan sarana permainan tradisional untuk pembelajaran.

Dari kecintaannya inilah, pada 8 Juli 2015 tiga sahabat ini mendirikan Kampoeng Hompimpa karena memiliki misi ingin melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional serta mengedukasi masyarakat melalui permainan tradisional. Hingga saat ini, Kampoeng Hompimpa telah sukses menggelar berbagai acara di beberapa tempat sesuai program utamanya, seperti program #DolananYuk dan Hompimpa Ke Sekolah.

Program #DolananYuk merupakan acara rutin mingguan yang diisi dengan bermain permainan tradisional bersama dan dilakukan di sekitar lingkungan masyarakat seperti Car Free Day dan keramaian desa. Selain itu, masih ada berbagai kegiatan lain yang sudah pernah dilakukan melalui kerjasama dengan komunitas lainnya seperti ikut memeriahkan “Festival Ayo Main! Permainan Tradisional’ di Museum Nasional bersama Lima Gundu serta ikut memeriahkan acara “Ngariung Ramadhan” di Taman Eco Park, Tangerang bersama komunitas Wystara.

Belum lama ini, Kampoeng Hoempimpa juga sukses menggelar acara Hompimpa Ke Sekolah bersama sobat volunteer yang diadakan di Panti Asuhan Islamic Village. Menurut Miftah selaku Founder Kampoeng Hompimpa, sangatlah penting melestarikan kekayaan nusantara tersebut dengan membuat generasi muda memahami makna masing-masing permainan tradisional, termasuk pengetahuan tentang asal daerah dan cara memainkannya. Tidak hanya itu, diharapkan anak-anak jaman sekarang memperoleh esensi yang terkandung di dalamnya seperti kebersamaan, kekompakan, kemampuan mengatur strategi, mengembangkan kemampuan kognitif serta kesehatan dalam diri. (Muntiani/CSSMoRA Surya University)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *