Serapah yang Paling Anjing

Oleh : Madno Wanakuncoro   tiba di pojok sajadah, kau jatuh, untuk selanjutnya berdoa –serapah yang paling anjing bagimu.   ujung-ujungnya keringat menggelinding di pelipis mata, beraroma madu, kala itu dan tidak seperti biasanya;   aku mencium damar yang kurang ajar kadang cendana, randu, atau kenanga juga kenangan.   saat itu kau lancang bertanya : “sejak kapan Tuhan begini Maha Menyiksa?” sayang, aku bukan Dia –yang mengabulkan apa yang kau sangka pada-Nya.     Bandung, April 2018 Facebook Comments

Secara Tak Sengaja

Oleh : M. Naufal Waliyuddin*    Aku ingin menyuguhimu sebuah kenangan yang buta agar ia menyakitimu –secara tak sengaja lalu mendekap tubuhmu untuk meminta maaf setulus-tulusnya   Aku ingin menghidangkanmu seorang bayi yang durhaka agar ia menyadarkanmu –secara tak sengaja tentang perjalanan dan harapan yang kadang tak sesuai dengan rencana   Aku ingin menyulingkanmu secangkir amarah yang membara agar kau memusuhiku –secara tak sengaja lantas mencintaiku dengan kadar sewajarnya saja   Aku ingin mencintaimu –secara tak sengaja baik itu di surga maupun neraka.   Bandung, 15 Maret 2018   *NamaRead More

SAJAK-SAJAK YANG PENAT

oleh: Syee nee   Puisiku berantakan Diam hilang tujuan Ia sungguh berantakan Berkeliaran dengan mata-mata Di sudut gang universitas, di persimpangan jalan, di ruang tunggu stasiun, di halaman depan rumah Kau tidak ada disana Puisiku berantakan Berkecamuk angan-angan Ia terseok tak karuan Pikirannya sibuk kemana-mana Di sela sela buku, di pergelangan tangan, di ruang keluarga, di sudut sudut kamar, di perapian perpustakaan, di toko-toko boneka, di pinggiran pasar, di layar ponsel Kau tidak ada disana Puisiku berantakan Tanpa kau yang tak kutemukan Sebagai tempat labuhan   ~19 juni, 2019 FacebookRead More

Rindiani

Oleh: Day_15   Matamu yang menawarkan kedamaian Tawa dan candamu kiranya mematikan Dalam terang senyum mu perlahan hilang Akankah datang?   Kini sore tidak lagi medatangkan malam Disudut pertigaan bayang-bayangmu memudar Janji dan sumpah serapah mu melumatkan hati Rindiani gadis pujaan?   Dulu berjanji hingga dahan patah terkulai Cintamu bukan angkah bukan pula uang Berharga hanya sebatas ditenggorokan Rindiani gadis pujaan?   Berharap mati dengan mata menatapmu Berbisik lembut lalu pergi dengan hati Tanggalkan kenangan bersama buku tua renta Rindiani gadis pujaan?   Mengingatmu bagaikan perahu tanpa destinasi Terjebak dalamRead More

Kekerasan, penghalang cahaya Agama

Muhammad Ulin Nuha Firstideacorporate97@gmail.com Tindak kekerasan dalam berbagai bentuknya, menjadi fakta sosial yang terus menyelimuti sepanjang perjalanan hidup manusia. Ada berbagai bingkai dan kemasan yang dilakukan para pelaku tindak kekerasan, dengan berbagai argumentasi apoligitik, argumentasi yang bernada pembenaran guna dijadikan alibi untuk menghalalkan suatu tindak kekerasan. Radikalisme agama adalah suatu ancaman bagi kemanusiaan. Ia sudah menjadi momok yang sangat mengerikan diawal-awal abad 21 ini. Meskipun isu ektremisme agama( Al-tatharruf al-dini) ini sejatinya sudah mulai merebak pada kurun waktu tahun 1970-an. Terutama di belahan dunia yang berbahasa Arab. [1] Imbasnya, DuniaRead More