ANGGOTA CSSMoRA UIN JAKARTA RAIH PRESTASI DI BIDANG BANTUAN MEDIS

Ciputat, cssmora.org – Anggota CSSMoRA turut berpartisipasi pada kegiatan “Meridien Cup ke VI” pada Kamis-Ahad (11-14/5). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Meridien FKK UMJ ini merupakan ajang tahunan di mana Tim Bantuan Medis berkumpul untuk bertanding dan mengasah kemampuan dalam penanganan bencana. Rangkaian kegiatan yang diadakan di Cibubur dan Kampus UMJ tersebut berupa Seminar & Workshop, lomba Cerdas Cermat Tanggap (CCT), dan Lomba Simulasi Bencana.

Pada kesempatan itulah M Ilmul Yaqin Amha dan Resdwyanto Sabiri yang merupakan anggota CSSMoRA UIN Jakarata angkatan 2015 berhasil mendapat juara dua di kategori simulasi bencana, sementara Abd Rahman mendapat juara dua di kategori lomba poster kesehatan.

“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengasah kemampuan para anggota tim bantuan medis agar lebih siap saat turun kelapangan”, kata Ilmul yang merupakan alumni Pondok Pesantren an-Nahdhah Makassar ini.

Kegiatan dengan tema “Emergency Response in Jungle Resque” juga mengadakan simulasi berupa kejadian pesawat jatuh dan masih ada korban hilang di hutan. Kemudian tim dibekali dengan kemampuan navigasi darat dan SAR. Selain itu, ada juga seminar dan workshop yang diisi langsung oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Pada kategori lomba poster, 3 tim dari USMR (UIN Syahid Medical Rescue) berhasil masuk enam besar pada babak final. Dari ketiga tim itu masing-masing terdapat anggota CSSMoRA salah satunya. Mereka adalah Abd Rahman di tim satu, Ubaidillah di tim dua dan Isna Khumairotin di tim tiga. Lalu Abd Rahman bersama tim satu berhasil meraih juara dua.

uinjkt lomba

“Saat tim kami presentasi kan itu kami ambil judul envenomasi yah. Jadi kita selain jelasin poster, kita juga selingi dengan drama tutorial penanganan envenomasi (bisa ular). Pokoknya ceritanya kita lagi ke hutan terus ketemu ular, kita ceritanya mau melempar ularnya pakai kayu biar menjauh, eh tiba-tiba ularnya malah matok kita. Intinya kita kek berbuat zalim sama ularnya dan hasilnya kita sendiri yang kena. Terus di akhir presentasi saya kaitkan kasus envenomasi ini dengan firman Allah SWT di surat Thoha ayat 111”, tutur Rahman yang merupakan alumni Pondok Pesantren DDI Alliritengae Maros itu saat diwawancarai via online. (Ray)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *