Anggota CSSMoRA UIN Jakarta Menjuarai Lomba Tingkat Asia Pasifik

Sabtu (21/07) bertempat di Aula Hotel Shangri La Jakarta Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah dinobatkan menjadi juara 1 lomba Quis Respiratory Se Asia Pasifik mengalahkan berbagai kampus ternama di Indonesia. UIN Jakarta memperoleh score telak yaitu 450 disusul dengan Universitas Airlangga Surabaya dengan score 390 dan disusul juara 3 yaitu Universitas Pelita Harapan Jakarta dengan skor 310.
“Alhamdulillah perasaan kami sangat sangat senang dan bersyukur sekali. Berawal dari seleksi awal yang diikuti 16 FK dari seluruh Indonesia, termasuk dari universitas-universitas yang sudah sering menjuarai lomba-lomba kedokteran sebelumnya seperti UI dan UGM, kami sedikit tak menyangka bisa lolos ke final. Kemudian di final ini, karena 2 tahun lalu tim dari FK UIN Jakarta juga berhasil meraih juara 1, tahun ini kami juga sebisa mungkin menargetkan juara 1 juga. Namun awalnya memang keyakinan kami tidak begitu kuat, mengingat salah satu lawan kami adalah tim dari Unair yang secara otomatis masuk final karena sudah menjuarai event tersebut sebanyak 3 kali pada tahun-tahun sebelumnya. Walaupun begitu, kami tetap mengusahakan yang terbaik sebisa kami dan alhamdulillah ternyata kami bisa, tentu saja juga didukung dari doa keluarga dan teman teman”, ujar kak Asis sebagai juara ketika ditanya perasaannya setelah memenangi lomba tersebut.
Ternyata tim UIN Jakarta ini sudah melakukan persiapan selama sebulan untuk menghadapi lomba ini dan juga melewati stase-stase yang berhubungan dengan lomba tersebut. Sehingga untuk mempelajarinya kembali lebih mudah. Dan satu lagi rahasia tim ini sehingga dapat menjadi juara adalah motivasi. Motivasi Untuk membesarkan UIN Jakarta ini yang selalu dijaga sehingga mempunyai ambisi yang besar untuk meraih juara di lomba ini. “Motivasi kami tentunya adalah ingin mengharumkan nama UIN Jakarta, khususnya di bidang kedokteran. Kami ingin membuktikan bahwa UIN Jakarta juga bisa unggul di bidang kedokteran, tak hanya di bidang keagamaan. kemudian juga ingin membanggakan keluarga, guru, dan teman teman “, pemaparan kak Asis
Sebagai juara mereka mendapatkan hadiah berupa buku, pulse oxymetri, dan uang tunai. Dan pastinya hadiah tersebut akan mereka gunakan untuk menunjang praktik sehari-hari di rumah sakit dan untuk menambah pengetahuan melalui banyak buku-buku tersebut. Saat ditanya apakah akan mengikuti lomba yang sama di tahun depan, kak Asis menjawab “Karena tahun depan insyaallah kami sudah lulus, jadi kami sudah tidak bisa ikut lomba yang sama. Namun FK UIN Jakarta sendiri insyaallah akan tetap mengirimkan delegasi untuk lomba ini tiap tahunnya sehingga perjuangan akan dilanjutkan oleh adik adik junior”.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *