Anggota CSSMoRA Kembali Menabur Kebanggaan

Rabu (26/09), Bertepatan dengan syukuran kelahiran ke 67, yang dilaksanakan di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah (Multipurpose), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan Anugerah Mutu 2018 yang terdiri atas beberapa kategori termasuk diantaranya “Mahasiswa Teladan Mutu” yang berhasil diraih oleh dua anggota CSSMoRA yakni Hamdi Putra Ahmad dan Alif Jabal Kurdi.Penghargaan Mahasiswa Teladan Mutu merupakan salah satu penghargaan prestisius yang diberikan setiap tahun oleh kampus kepada Mahasiswa yang telah berdedikasi dan menorehkan berbagai prestasi atas nama perguruan tinggi selama satu tahun kalender pendidikan. Dalam pemberian penghargaan tersebut, terdapat capaian prestasi yang disyaratkan oleh Lembaga Jaminan Mutu UIN Sunan Kalijaga. Hamdi misalnya, merupakan mahasiswa angkatan 2015 mengaku bangga dan bersyukur atas apa yang telah ia raih. Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi itu telah mendapat beberapa prestasi diantaranya juara satu LKTIN Surabaya, peserta Student Exchange di Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, pembicara International Conference Salatiga, dan beberapa prestasi lainnya.
“Cukup menjadi diri sendiri dan memaksimalkan potensi yang ada. Perbanyaklah menulis karena dengan menulis kita bisa mencetak sejarah ataupun dengan karya-karya lain yang bersifat abadi,” tuturnya. Hamdi pun berharap teman-teman CSSMoRA lebih banyak lagi menghasillkan generasi penerus yang berprestasi dan mengingatkan bahwa teman-teman CSSMoRA memiliki banyak amanah yang diemban, amanah dari rakyat, pemerintah, dan orang tua.
Perasaan senang dan bangga juga dirasakan oleh Alif. Mahasiswa angkatan 2016 tersebut mengaku tak menyangka berhasil meraih penghargaan tersebut saat masih berada di semester lima, “karena yang sering terjadi penerima penghargaan kategori tersebut dari tahun ke tahun adalah mahasiswa yang sudah hampir di tingkat akhir (semester tujuh),” pungkasnya. Alumni Pondok Pesantren Diponegoro tersebut juga sempat beberapa kali mendapat penghargaan, salah satunya adalah membawa pulang emas dalam pagelaran IPPBMM di Purwokerto dalam cabang Musabaqoh Maqalah Ilmiah al-Quran (M2IQ) dan Juara satu di cabang lomba yang sama pada MTQ Provinsi Bali.
Pemuda kelahiran Denpasar tersebut mengaku tak ada tips khusus dalam pencapaiannya, karena semua itu datang berkat kemauan serta kegigihan usaha, tentunya diikuti dengan penyerahan diri kepada Sang Maha Kuasa, dan rida orang tua. “Terus tingkatkan intensitas dan kualitas literasi kita serta bersungguh-sungguh dalam pendidikan yang kita tempuh dengan berusaha mencari kesempatan-kesempatan yang bisa menjadi wasilah bagi pengembangan diri, sebelum nantinya berdedikasi kepada pondok secara khusus serta kepada masyarakat dan negara secara umum,” pesannya untuk teman-teman CSSMoRA.

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *