43 Tewas dan 19 Hilang, Ketua CSSMoRA Ajak Anggota Kuatkan Doa untuk Korban Banjir dan Longsor di Jateng

Bandung – Akibat hujan deras yang melanda daerah Jawa Tengah sejak Sabtu (18/6) siang sampai malam, menimbulkan datangnya banjir dan longsor yang melanda di 16 daerah kabupaten atau kota di provinsi Jawa Tengah. Tragisnya, bencana tersebut menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Pencarian korban hilang banjir dan longsor di 16 kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Tengah, terus dilakukan. Berdasarkan data yang dilansir Liputan 6, hingga Senin 20 Juni pukul 08.00 WIB, tercatat 43 orang tewas, 19 orang hilang.

Sementara itu, daerah yang paling parah mengalami longsor adalah kabupaten Purworejo, Kebumen dan Banjarnegara. Sedangkan daerah yang terkena banjir paling parah adalah kabupaten Kendal, Sukoharjo dan Solo.

Ketua Umum CSSMoRA Nasional M. Zidni Nafi’ menuturkan bahwa Ramadhan tahun ini sungguh menjadi ujian yang berat bagi sebagian muslim, khusunya masyarakat di Jawa Tengah. Sampai-sampai Allah memberi ujian berupa banjir dan tanah longsor yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia.

“Entah apa maksud Allah menurunkan bencana ini. Yang jelas, ada pesan yang bisa dipetik oleh setiap orang atas tragedi tersebut,” ujar Zidni, Senin (20/6).

Untuk itu, Zidni mengajak khususnya para anggota CSSMoRA dimana pun berada untuk selalu menguatkan doa kepada para korban, baik korban meninggal atau keluarga yang ditinggalkan.

“Membantu bisa dengan berbagai cara, mulai dari tenaga, donasi sampai materi, bahkan jika tidak bisa ketiganya tentu lewat doa pun bisa. Sebab, doa adalah senjata orang mukmin,” ajak mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Meksipun melalui doa, lanjut dia, itu juga bagian dari kepedulian anggota CSSMoRA kepada sesama manusia, apalagi sesama saudara muslim sendiri. “Syukur-syukur ada di antara kita yang bersedia membantu tenaga, donasi atau materi. Itu tentu kepedulian yang sangat mulia,” tambahnya.

Zidni berharap bencana tersebut bukan sebagai bentuk murka Allah kepada masyarakat Indonesia, tetapi wujud perhatian-Nya atas bangsa yang terus berhadapan dengan masalah yang semakin kompleks.

“Semoga Allah mengampuni segala dosa masyarakat Indonesia, terutama para korban bencana, sedangkan keluarga yang selamat mendapatkan ketabahan, kesabaran dan dapat memetik hikmahnya,” pungkasnya. (bph/kominfo)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *