Kepingan Yaumus Sa’ah

Kepingan Yaumus Sa’ah

Oleh: Muhammad Naufal Waliyuddin

bila aku mengadu pada getah rembulan yang menetes di lidah bintang gemintang sambil bergelayut manja, cemasku, semoga tak menelurkan tanya yang tentu tak pula menetaskan jawab. Sebab mereka hanya perlu abai pada manusia yang aniaya ini: bahkan pada dirinya sendiri.

dan jika ranting mahoni yang memeram lara di siluet malam itu mengigau tentang Nabi Isa dan Dajjal, lantas kenapa aku musti gamang tuk menuduh bahwa Yakjuj-Makjuj itu jenaka namun berbisa?

ah, lupakan saja, toh, api yaman kini sudah disemai oleh ratusan ludah dari kepala para kaum hipokrit yang wajahnya memikri dan pandai bersandiwara. Lalu, masih adakah alasan dikau gentar, Kasih? Tentu saja aku tau bahwa yang kau khawatirkan justru jika mereka membunuhmu dengan trik jenakanya:

kemudian, kau mati saat kiamat

sambil tersedak tawa.

 

Saung At-Tamur, 2017

Facebook Comments


« (Previous News)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *