Selasa, Juli 3rd, 2018

 

Serapah yang Paling Anjing

Oleh : Madno Wanakuncoro   tiba di pojok sajadah, kau jatuh, untuk selanjutnya berdoa –serapah yang paling anjing bagimu.   ujung-ujungnya keringat menggelinding di pelipis mata, beraroma madu, kala itu dan tidak seperti biasanya;   aku mencium damar yang kurang ajar kadang cendana, randu, atau kenanga juga kenangan.   saat itu kau lancang bertanya : “sejak kapan Tuhan begini Maha Menyiksa?” sayang, aku bukan Dia –yang mengabulkan apa yang kau sangka pada-Nya.     Bandung, April 2018


Secara Tak Sengaja

Oleh : M. Naufal Waliyuddin*    Aku ingin menyuguhimu sebuah kenangan yang buta agar ia menyakitimu –secara tak sengaja lalu mendekap tubuhmu untuk meminta maaf setulus-tulusnya   Aku ingin menghidangkanmu seorang bayi yang durhaka agar ia menyadarkanmu –secara tak sengaja tentang perjalanan dan harapan yang kadang tak sesuai dengan rencana   Aku ingin menyulingkanmu secangkir amarah yang membara agar kau memusuhiku –secara tak sengaja lantas mencintaiku dengan kadar sewajarnya saja   Aku ingin mencintaimu –secara tak sengaja baik itu di surga maupun neraka.   Bandung, 15 Maret 2018   *NamaRead More