Selasa, Juni 19th, 2018

 

RINDU

  Oleh: Aziz Husain Ahmad   Rindu.. Aku resah kita berjauhan   Duhai kasihku.. Tahukah engkau ? Hatiku yang  hijau segar ini Mulai layu kelabu Karena kau tak sesering dulu Menyiraminya dengan cinta dan kasih sayangmu   Hatiku yang merindu Layu kelabu tak sesegar dahulu Akar cintaku mulai rapuh jua Mudah tercabut karena rindu   Rindu… Aku semakin resah kita berjauhan..   Kumohon dalam lemahku Tubuhku habis termakan rindu Menyisahkan lubang yang begitu menyakitkan Rindu namanya   Rindu.. Hatiku semakin layu Akar cintaku semakin rapuh Datanglah kasihku Kumohon padamu SiramilahRead More


Bunda, Izinkan Aku Mati

Pukulan tepat di pipi kirinya mungkin sudah yang ketiga kalinya. Tamparan itu membuat pipinya memar untuk kesekian kalinya hari ini, kemarin, bahkan bisa jadi esok. Kirana namanya. Si mungil cantik dengan pipi yang melesung ketika ia tersenyum. Si mungil cantik yang setiap hari menerima tamparan di pipi kiri dan kanan dari seseorang yang sangat ia sayangi, ia memanggilnya bunda. Ketika bangun tidur, sebuah tamparan mendarat. Sebelum sarapan, sebuah tamparan berlabuh. Sepulang sekolah, sebuah tamparan menempel di pipinya. Bahkan ketika bekas tamparan tadi pagi belum hilang, tamparan lain sudah menyusul. BahkanRead More


Pesantren Intelektual dan Paradigma

Tradisionalitas selalu diakaitkan dengan lokalitas, pesantren sebagai bentuk pendidikan tradisional selau dikaitkan sebagai lokalitas atau sarana pendidikan islam lokal yang mumpuni, namun disamping itu  bukan berarti pesantren tak memiliki jati diri yang valid. Pada dasarnya kemerdekaan Indonesia tidak bisa di pisahkan dari legalitas pesantren, Santri biasa disebut pada orang-orang yang menempuh pendidikan di pesantren memiliki peran yang besar pada perjuangan bangsa Indonesia, contoh nya saja kiai Hasyim yang pada saat itu sekutu datang kembali menyerang Indonesia dan seketika ir.soekarno meminta solusi kepada kiai  Hasyim tersebut. Dan pada saat itu beliauRead More