Kamis, Juni 7th, 2018

 

Seorang Indigo dan Suara-Suara Bertubuh Kupu-Kupu

Selalu ada kebisingan menggerayangi telinga. Bebatuan bertasbih menolak kesedihan dengan membisu. Tembok, candi, arca berbicara. Kata-kata tanpa aksara beterbangan menjelajah, tepat di lorong-lorong mataku. “Kau ini meracau apa? Sesekali pandangilah aku dengan air muka penuh syukur, kek. Dasar manusia! Selalu tak tau diri!” Gelas kopi, yang termangu di tempat lututku bersila, menagih terima kasih. Sedang bunyi sunyi itu beredar serupa gelombang angin yang menari-nari keasyikan menebas cakrawala, tenang tetapi tajam, dan telingaku digasaknya, hingga rompal. Tak karuan. Acak-acakan. Urakan, namun menyenangkan! Aku berindikasi untuk dituduh sebagai pengidap skizofrenia. Tapi biarlahRead More