Wednesday, October 7th, 2015

 

Ketika Warga Kampung PKI Adakan Tahlilan dan Slametan

Jakarta – Dalam diskusi publik dan bedah buku karya Dr Wijaya Herlambang, ‘Kekerasan Budaya Pasca 1965’, Senin (5/10) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Ketua PP Lesbumi NU, KH Agus Sunyoto mengungkapkan, di daerah Trisula Blitar Jawa Timur warganya 100 persen PKI, tetapi tidak ada masyarakat yang berani datang untuk tahlil dan slametan ketika ada warga Trisula yang meninggal atau hilang, kecuali orang-orang NU.“Saat keluarga PKI kehilangan orangtuanya dan ingin menahlilkan atau slametan keluarganya yang ditangkap (hilang atau dibunuh), tidak ada yang berani untuk datang karena takut dituduh PKI, maka yangRead More


Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme

Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, hari santri perlu dikukuhkan dan diperingati sekurang-kurangnya karena dua alasan. Pertama, sebagai penghormatan atas jasa pahlawan. Pengakuan semacam ini penting bagi generasi sekarang agar tak tercerabut dari kampung halaman sejarahnya. “Kedua sebagai pembangkit patriotisme. Ini relevan sebab sejumlah gagasan yang belakangan bermunculan di Indonesia tidak banyak yang sungguh-sungguh memiliki komitmen keindonesiaan,” ujarnya dalam konferensi pers Kirab Hari Santri Nasional, Selasa (6/10), di Jakarta. Dalam kenyataannya, kata Kang Said, santri adalah masyarakat Indonesia yang beragama Islam, bukan sekadar muslim yang kebetulan beradaRead More