Saturday, May 9th, 2015

 

Meninjau Wacana Labelisasi Hari Santri

Oleh :  Muhammad Zidni Nafi’ Rencana penatapan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional yang diwacanakan oleh  presiden terpilih Jokowi menuai berbagai tanggapan dari banyak kalangan, khususnya dari kalangan pesantren. Tanggapan itu ada yang berupa dukungan penuh, menolak mentah-mentah atau ada juga yang menginginkan wacana tersebut untuk ditinjau ulang. Sebenarnya, awal munculnya wacana hari santri nasional ketika Jokowi dalam masa kampanyenya bertemu KH Thoriq Darwis, pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, 27 Juni 2014 lalu. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Pesantren Babussalam dan Jokowi menandatangani perjanjian yang berisi kesanggupan JokowiRead More