192 Pesantren Ramaikan Liga Santri Nusantara 2015

Liga Santri

Surabaya – Selain Piala Kemerdekaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di 10 Provinsi se-Indonesia, mulai 6 September sampai 10 November 2015 mendatang. Sebanyak 192 tim akan tampil dalam laga tersebut.

“Ponpes se-Indonesia totalnya yang ikut 192 Pondok Pesantren (Ponpes), tersebar di 16 Zona 10 Provinsi,” kata Direktur Umum Yayasan Liga Santri (YLS) yang juga Panitia Liga Santri Nusantara, Mukafi Makki, usai hadiri acara Bimtek Sepakbola Liga Santri Nusantara di Hotel Papilion, Surabaya, Kamis (3/9/2015) sebagaimana dilansir metronews.com.

Adapun 10 Provinsi itu, yakni Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Yogjakarta (DIY), DKI Jakarta dan Banten.

Untuk Jawa Timur (Jatim), kata Mukaffi, ada 36 tim yang terbagi di 3 zona dari ratusan Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim. Diantaranya, Ponpes Gontor (Ponorogo), Tambak Beras Jombang, Langitan (Tuban) dan lainnya. Rinciannya, zona 1 (Bondowoso), zona 2 (Pamekasan) dan zona 3 (Madiun).

“Masing-masing zona terdiri dari 12 tim. Dan masing-masing zona akan diambil satu tim yang berhak maju ke babak utama atau 16 besar setelah mengikuti babak kualifikasi,” katanya.

Turnamen yang bekerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) itu hanya dikhususkan untuk para santri pondok pesantren. Tujuannya, untuk menghasilkan bibit-bibit unggul pesepak bola dari kalangan pondok pesantren.

“Masing-masng Ponpes dilarang ngebon (sewa pemain). Jadi harus murni santri. Jika terbukti melanggar, maka akan disanksi di diskualifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Pusat Liga Santri Nusantara, Syaifudin Munis, menambahkan bahwa digelarnya LSN ini bersamaan dengan Nawacita Jokowi-JK sebagai momentum untuk bangkitnya sepak bola nasional termasuk pesantren atau santri. “Sepak bola milik semua bangsa termasuk santri, dan bukan milik segelintir orang,” imbuhnya.

Kick off LSN I ini akan digelar di Stadion Singaperbangsa, Karawang, 6 September, mempertemukan tim Darul Aitam (Karawang) lawan Nurul Aitam (Purwokerto). Juara 1 turnamen akan mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 100 juta, juara 2 Rp 75 juta dan juara 3 Rp 50 juta. (Red: Zidni)

Facebook Comments





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *